KOPERASI yang menjadi soko guru perekonomian bangsa, telah terbukti tetap tangguh saat diterjang krisis ekonomi. Pada 2017 ini, kondisi perekonomian diprediksi akan belum pulih dari krisis. Lantas apa saja keunggulan koperasi, sehingga diyakini mampu meningkatkan pencitraan? Berikut laporannya.

Saat terjadi carut marutnya perekonomian, baik akibat kejadian disengaja maupun akibat alam, koperasi terbukti tetap eksis. Akibat ketangguhannya itu, koperasi dijadikan soko guru perekonomian kerakyatan. Hal ini sangat mendasar, karena dasar koperasi sangat kokoh. Koperasi memiliki asas dari, oleh dan untuk anggota. Asas ini sangat kuat, jika benar-benar dijalankan, karena koperasi dibuat oleh anggota koperasi, kemudian pasar koperasi juga anggota, sehingga kinerja koperasi akan sangat lancar karena memiliki pasar yang jelas yakni anggota. Apalagi, keuntungan koperasi akan dibagikan kepada anggota kembali sesuai besaran keterkaitannya dengan kinerja manajemen koperasi. Dengan keuntungan akan dikembalikan kepada anggota lagi, maka anggota makin meningkatkan keterlibatannya dengan unit usaha koperasi. Atas dasar inilah, maka koperasi selalu eksis.

Pemerhati ekonomi, IB Udayana Putra, S.E., M.M., menegaskan, jika koperasi dikelola dengan benar sesuai Undang-undang Perkoperasian tidak akan ada koperasi bermasalah. Karena sudah jelas, bahwa koperasi dikelola oleh pengurus yang mendapat kepercayaan dari anggota. Artinya, pengurus koperasi yang dipercaya sebagai pengelola sudah memiliki kemampuan manajerial yang baik. (sta)