Petani Jagung Keluhkan Kelangkaan Pupuk  

18

KEBUTUHAN jagung yang cukup tinggi, tidak diimbangi dengan produksi yang memadai di dalam negeri. Hal ini mengakibatkan pemerintah terus melakukan impor jagung, meski Presiden Jokowi mengklaim impor jagung sudah jauh mengalami penurunan. Di sisi lain tidak adanya dukungan dari pemerintah terhadap pertanian jagung.

Seperti diungkapkan seorang petani jagung di kawasan Ketewel. “Saya heran sama pemerintah, katanya mau swasembada pangan. Tapi cari pupuk buat menanam jagung saja susah,” kata Setan, seorang petani jagung. Pemerintah terkesan pilih kasih, di mana hanya petani padi yang diprioritaskan untuk memperoleh pupuk. Padahal pertanian jagung juga sangat membutuhkan pupuk.

“Kalau saya menanam satu hektar jagung, paling banyak dapat pupuk untuk 5 are saja. Kadang malah tidak dapat sama sekali,” katanya.(pur)

BAGIKAN