Harga Cabai Melambung TPID Bali, Disperindag dan PPI Gelar Pasar Murah

20
Wakil Gubernur Bali sekali Ketua TPID Bali, I Ketut Sudikerta memantau pasar murah cabai dan gula di Pasar Kereneng Denpasar.(sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Pemerintah Bali melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bali, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, menggandeng Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk menggelar pasar murah, khusus komoditi cabai dan gula pasir di Pasar Kreneng dan Pasar Badung (eks Tiara Grosir), pada Sabtu (7/1). Pasar murah dilaksanakan mulai Jam 06.00 Wita sampai selesai.

Digelarnya pasar murah dalam rangka menekan harga cabai yang meroket hingga Rp 115.000/kg, khusus jenis cabai rawit (cabai setan) dan cabai jenis seret, sedangkan jenis cabai merah besar hanya Rp 16 ribu, cabai keriting Rp 40 ribu dan cabai hijau hanya Rp 60 ribu.

Panitia Pasar Murah menjual cabai rawit hanya Rp 85 ribu per kg dan gula pasir cristal Rp 12.500 per kg, sedangkan di pasar umumnya harga gula pasir Rp 13 ribu sampai Rp 14 ribu per kg.
Wakil Gubernur sekaligus Ketua TPID Bali, I Ketut Sudikerta, yang didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, Dra. Ni Wayan Kusumawathi, di sela-sela Pasar Murah mengatakan, tujuan digelar  pasar murah untuk menekan inflasi. Seperti menstabilkan harga cabai yang akhir-akhir ini melambung dan harga pasar selain juga. Selain itu, untuk mengedukasi masyarakat agar menanam sendiri cabai di sela pekarangan rumah, dengan media tanam langsung dan menggunakan polybag, sehingga mengurangi belanja ke pasar.
”Terjadinya kenaikan harga komoditi di pasaran karena stok menipis dan permintaan tinggi. Hal ini berlaku untuk semua barang,’’ katanya. (sta)

BAGIKAN