Bisnis Properti masih Stagnan  

25
  Kondisi bisnis properti sejak tahun 2014 sampai sekarang masih lesu. Terlihat rumah tinggal salah satu produk properti yang sangat diminati (sta)      

Denpasar (Bisnis Bali)- Bisnis aneka produk properti mulai tahun 2014 sampai saat ini masih stagnan. Hal tersebut menandakan kelesuan ekonomi terjadi sampai saat ini. Diperkirakan akan terjadi sampai 2018 mendatang. Pasalnya, bukan hanya dipengaruhi faktor kelesuan ekonomi dunia, juga regulasi baru justru memperketat pendistribusian aliran investasi properti.

Pemerhati bisnis properti, Ir. Putu Andika Subawa Sabtu (7/1) menyebutkan, lesunya bahkan hampir tidak ada transaksi bisnis produk properti seperti rumah tinggal, ruko, villa, apartemen, tanah kavlingan dan banyak lainnya. Faktor utama yang menyebabkan turunnya bisnis properti akibat kelesuan ekonomi global.

 ”Namun saya lihat mulai 2014 lalu, berbarengan dengan banyak investasi properti di Bali yang diungkap dan dijadikan barang bukti  sebagai kasus money laundry dan sebagainya. Kemudian regulasi kepemilikan properti diperketat. Termasuk aturan kepemilikan kredit rumah (KPR) dan banyak lainnya sehingga secara drastis lalulintas jual beli properti turun drastis. Kondisi tersebut masih terjadi sampai sekarang,” kata Subawa.(sta)