Pada 2017 atau masuk shio ayam api, kondisi ekonomi Bali diprediksi masih mampu tumbuh menggeliat meski gejolak ekonomi global dan nasional tetap membayangi. Berbagai sektor yang sebelumnya membaik pada 2016 diyakini ikut mempengaruhi perekonomian dan dunia usaha Pulau Dewata. Seperti apakah tantangan dan peluang usaha properti, perbankan, KUR, UMKM dan pariwisata pada shio ayam ini?

BILA mencermati perkembangan perekonomian Bali pada 2016 yang relatif baik (berdasarkan data KPw BI Bali), diperkirakan masih akan mempengaruhi perekonomian Bali pada tahun ayam api saat ini. Beberapa sektor yang diprediksi mempengaruhi perekonomian di Bali, seperti angkutan makanan dan minuman sekitar 23 persen, pertanian 15 persen, transportasi 10 persen dan perdagangan serta konstruksi yang menyumbang 9 persen.

Dari sektor tersebut, berhasil menempatkan Bali dengan pertumbuhan ekonomi 6,26 persen pada Oktober 2016, dan posisinya masih di atas rata-rata nasional 5,04 persen. Bila pertumbuhan ekonomi masih tetap baik seperti pada 2016, diperkirakan ekonomi Bali akan tumbuh antara 6,20 persen hingga 6,60 persen pada 2017.

Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Karana mengatakan, industri pariwisata masih menjadi sumber pertumbuhan utama perekonomian Bali pada 2017 dengan asumsi pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan di kisaran 6,2-6,6 persen (yoy). (dik)

BAGIKAN