*Digantikan dengan Permen KP No.56 Nelayan Lobster di Tabanan tetap Keberatan

32
Nelayan lobster di Pantai Yeh Gangga yang menjadi sentra tangkapan di Tabanan. (man)

Tabanan (Bisnis Bali) – Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) terbaru No 56, yang di dalamnya mengatur dengan menurunkan standar berat tangkapan lobster dari 300 gram menjadi 200 gram atau pengganti permen sebelumnya No 1, dinilai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tabanan, Ketut Arsana Yasa, tetap tidak berpihak ke nelayan lobster yang ada di daerah lumbung beras ini.

Sebab, rata-rata hasil tangkapan nelayan sekaligus produksi lobster di wilayah pantai selatan ini berada dikisaran berat 100 gram selama ini.

“Bercermin dari kondisi tersebut, kami tetap keberatan dengan Permen KP yang baru tersebut. Sebab tidak menyelesaikan permasalahan yang ada, khususnya yang dihadapi oleh nelayan Lobster di Kabupaten Tabanan saat ini,” tuturnya, Jumat (6/1).

Arsana Yasa yang juga akrab disapa dengan nama Sadam ini mengungkapkan, walau terbit Permen KP No. 56 dan sudah mulai disosialisasikan oleh dinas terkait, tetap tuntutan para nelayan lobster ini agar diperbolehkan menangkap dan memperdagangkan lobster di kisaran 100 gram.(man)

BAGIKAN