Anyaman Sokasi Warna Tri Datu Jadi Tren  

35

Singaraja (Bisnis Bali) –  Anyaman atau kerajinan anyaman dari bambu merupakan salah satu jenis dari berbagai macam hasta karya yang ada di Indonesia dan Buleleng, khususnya yang terdapat di Desa Tigawasa. Meskipun kini sudah banyak perajin bermunculan, namun berbagai inovasi di masing-masing perajin mampu memiliki pangsa pasar tersendiri.

Salah seorang perajin anyaman, Ni Mase Mindriasih, di Desa Tigawasa, Dusun Pangussari, Kecamatan Banjar, Buleleng ketika diwawancarai Bisnis Bali, Rabu (4/1) mengatakan, saat ini konsumen yang mencari kerajinan, khususnya sokasi lebih memilih warna dengan kesan tri datu yakni merah, hitam dan putih. Meskipun pada umumnya motif dari anyaman ini hampir sama di beberapa sisinya, namun warna tri datu ini dipercaya membawa kesan ciri khas Bali. Selain itu, sokasi cenderung digunakan sebagai tempat saran upacara (banten-red). Di sisi lain karena di Bali juga dalam suatu upacara penggunaan warna tri datu juga banyak digunakan. “Banyak yang memilih warna tri datu, selain kombinasi warnanya alami, nuansanya juga cocok untuk upacara agama,” ungkapnya.

Sementara itu perajin lainnya, Made Parma mengatakan, selain pemilihan pada warna juga pada model dan kualitas. Banyak model dengan kualitas yang berbeda-beda, seperti halnya sokasi yang paling banyak diminati adalah sokasi lapis, yakni sokasi dengan tatakan bawah atau dupak, serta lapisan dalam atau kelampis.(ira)

BAGIKAN