Rasio ROA Turun, Berdampak pada Penurunan Kemampulabaan BPR

33
BPR - BPR mampu memupuk laba dengan menekan NPL dan memperbesar penyaluran kredit. (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) –  Penurunan rasio ROA mengindikasikan bank perkreditan rakyat (BPR) di Bali mengalami penurunan kemampuan dalam memupuk laba. Dirut BPR Kanti, Made Arya Amitaba, Rabu (4/1) mengatakan,  BPR dituntut mampu menyelesaikan kredit bermasalah dan kembali mampu mendorong peningkatkan kredit untuk mendorong peningkatan laba BPR.
Diungkapkannya, berdasarkan data OJK per September 2016 menunjukkan data ROA BPR 2,86 persen. Jika dibandingkan ROA September 2016 dengan ROA September 2015 menunjukkan ROA BPR turun 0,73 persen. ROA menurun menunjukkan penurunan kemampuan BPR dalam memupuk laba (kemampulabaan). Di bandingkan ROA 2015, ROA September 2016 juga menurun 0,45 persen.

Ia menjelaskan penurunan ROA ini tidak bisa dilepas dari penyaluran kredit yang menurun. Peningkatan jumlah kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) akan berdampak pada penurunan kemampuan BPR meraih laba. “Ini merupakan korelasi searah dimana terjadi penurunan kemampuan BPR mencapai target laba ,” ucapnya. (kup)

BAGIKAN