Pemantauan OJK Ketahanan Industri Perbankan dan IKNB masih Memadai  

9
Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Zulmi

Mangupura (Bisnis Bali) – Berdasarkan pemantauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ketahanan industriperbankan dan industri keuangan nonbank (IKNB) secara nasional masih memadai. Risiko likuiditas, kredit dan pasar lembaga jasa keuangan (LJK) masih terjaga, ditopang oleh permodalan yang cukup tinggi. Begitu pula di Bali, kinerja perbankan sepanjang 2016 masih dalam katagori baik.

Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Zulmi di Kuta baru-baru ini mengatakan, kinerja perbankan Bali pada 2016 secara umum berada dalam kondisi yang baik. Indikatornya terlihat dari fungsi intermediasi perbankan, dengan loan to deposit ratio (LDR) pada akhir Oktober 2016 mengalami peningkatan 0,64 persen menjadi 86,85 persen dibanding posisi Desember 2015.

Risiko kredit industri perbankan Bali pada posisi 31 Oktober 2016 masih dalam kategori low to moderate meski mengalami sedikit peningkatan namun masih dalam batas normal. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL gross) yang naik 0,39 persen menjadi 2,52 persen pada 31 Oktober 2016, masih berada di bawah threshold 5 persen. Rasio NPL bank umum 2,08 persen, sedangkan rasio NPL BPR 5,86 persen sudah berada di atas threshold 5 persen. (dik)

BAGIKAN