Usung Tema ’’Padmaksara’’ Denfes Ke-9 Resmi Dibuka Wali Kota Denpasar  

23
  sta  Wali Kota Denpasar, Rai Mantra sedang memanah tanda Denfes ke-9 dibuka.

Denpasar (Bisnis Bali) – Denpasar Festival (Denfes) ke- 9, menjadi puncak ekspresi seni dan budaya, serta menjadi momen menyambut Tahun Baru 2017. Denfes ke-9 menghadirkan berbagai macam kuliner, kreativitas komunitas, fashion, ekspresi unggulan, pameran, workshop dan lainnya.

Tema Padmaksara sebagai kekuatan yang mengayomi masyarakat Kota Denpasar. Pembukaan Denfes ke-9 ini, diawali dengan persembahan ratusan anak-anak PAUD memainkan permainan “goak ngalih ikuh”

Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, membentangkan panah dan langsung melepas busur panah tanda dibukanya Denfes ke-9, Rabu (28/12), dititik nol Catur Muka Denpasar. Pembukaan dihadiri Kementerian Pariwisata, Kementerian Perdagangan, Wakil Wali Kota, Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, Bupati se-Bali, Tokoh Puri, DPRD Kota Denpasar, Pimpinan SKPD se-Denpasar dan tokoh masyarakat.

Menurut Ketua Panitia, AA Oka Sweca, S.H., Denfes ke-9 dibuka dengan berbagai penampilan seni yang melibatkan ribuan seniman Kota Denpasar. Sesuai dengan tema ‘’Padmaksara’’ Denfes tahun ini tampil beda dari tahun sebelumnya. Apalagi tahun ini Denfes telah masuk ke dalam kalender even nasional dan telah di-launching oleh Kementerian Pariwisata di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Arah untuk makin memantapkan Denfes sebagai even berskala nasional. Bahkan internasional yang terus dilakukan Pemkot Denpasar dengan menyiapkan konten – konten berkualitas.

Dalam pembukaan ini, ribuan seniman tampil dengan membawakan berbagai garapan seni yang mengekspresikan keriangan dan kegembiraan dalam memaknai Denpasar sebagai Smart City, Kota Kreatif dan Kota Pusaka.

Oka menegaskan, dari instalasi ini kemudian muncul penari yang melambangkan sifat-sifat kepemimpinan (Asta Brata).

Penari menari sedemikian rupa membentuk koreografi berputar mengelilingi Catur Muka sebagai perlambang kreativitas yang terus bergerak. Munculnya penari yang membawa busur dan anak panah yang diserahkan ke  Wali Kota. Selanjutnya anak panah dilepaskan pada bidang yang telah disiapkan dan anak panah melesat muncullah logo Denfes ke-9, Padmaksara sebagai penanda pembukaan Denpasar Festival ke-9.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar IB. Rahoela menambahkan, zona dengan titik pusat Catur Muka. Zonasi di kawasan Jalan Veteran akan dipusatkan kegiatan bertemakan Heritage. Ditampilkan pagelaran kesenian klasik, kuliner – kuliner tradisional, pameran fotografi Denpasar Kota Pusaka dan juga pameran mobil dan motor tua. Sementara, kawasan Jl. Gajah Mada akan menjadi Zona Youth. Selain ada panggung anak muda juga ada stan distro, kuliner yang berkaitan dengan cita rasa anak.

Termasuk penampilan dari anak muda kreatif Kota Denpasar yang menampilkan perpaduan musik, disc jockey dan video mapping.

Di depan Museum Bali ada stan untuk handycraf dan busana, sedangkan sebelah selatan  Catur Muka diyakni di Lapangan Puputan Badung Gusti Ngurah Made Agung ada tiga panggung berderetan untuk pagelaran hiburan seni tradisi hingga kesenian modern.

Dalam Denpasar Festival kali ini Pemerintah Kota Denpasar juga menyiapkan stan kuliner sebanyak 90, stan handycraf  80,  stan tekstil 35  dan stan anak-anak kreatif sebanyak 35 stan.

Salah seorang pengunjung, Made Raka merasakan dari penampilan Denfes sekarang beda. Dekorasinya lebih ramai tapi penataan stan lebih rapi dan jalan lebih luas. Hanya saja setiap stan, terutama kuliner tidak ada daftar harga. Padahal panitia sudah janji akan memasang di tiap stan. ”Semoga ke depan masing-masing stan ada daftar harga,” harapnya. (sta/)