Perbarindo Bali Gelar Seminar Regional Ekonomi Bali 2017  

19
Pengurus DPD Perbarindo Bali berfose bersama pembicara dalam seminar regional Bali 2017 Jumat (23/12) bertempat di Hotel Royal Tulip Saranam Resort Tabanan-Bali. (kup/)

Tabanan (Bisnis Bali) – Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Bali  menyelenggarakan seminar regional ekonomi Bali 2017, Jumat (23/12) bertempat di Hotel Royal Tulip Saranam Resort Tabanan-Bali. Kegiatan seminar regional Bali ini mengundang pembicara dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, PHRI Bali dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari OJK hadir Deputi Direktur OJK Kantor Regional Wilayah VIII Bali Nusra, Rohman Pamungkas.

Sekretaris DPD Perbarindo Bali, Ketut Komplit, mengatakan seminar regional ekonomi Bali 2017 berlangsung selama satu hari. Kegiatan ini diikuti peserta merupakan dewan komisaris, direksi dan pejabat eksekutif BPR di Bali. Hadir dalam seminar ini pengurus DPD Perbarindo Bali, dan pengurus DPK Perbarindo se-Bali.

Ia menjelaskan, seminar regional Bali 2017 dilaksanakan bertujuan agar pelaku industri BPR mengetahui potensi ekonomi Bali. Gambaran dalam seminar regional Bali 2017 untuk mendukung pelaku industri BPR dalam menyusun Rencana Bisnis BPR (RBB) 2017.

Dipaparkannya, seminar regional ekonomi Bali 2017 memberikan gambaran potensi sektor pariwisata, industri dan perdagangan. Sektor ini memberikan kontribusi PDRB 31 persen.

Lebih lanjut dikatakannya, penggaetan dana pihak ketiga (DPK) masih tumbuh dengan baik. Kredit agak sedikit melambat pada tahun 2016. Kredit Bermasalah (NPL) mengalami peningkatan. NPL BPR di Bali Per September 2016 sebesar 5,75 persen, dan NPL BPR di Bali Per Oktober 2016 sebesar 5,86 persen.

Menurutnya, peningkatan NPL ini disikapi sengan melihat sektor yang potensial 2017. Seminar regional Bali 2017 memberikan gambaran sektor pariwisata, perdagangan dan perindustrian. Ini termasuk gambaran sektor properti yang terlihat mengalami kelesuan 2016.

Seminar regional ekonomi Bali 2017 memberikan gambaran sektor pariwisata yang menjadi leading sector ekonomi Bali. Pelaku pariwisata berharap mampu mencapai target 8 juta pada 2020. Ini menjadi potensi ekonomi yang dapat menggerakkan industri BPR di Bali.

Ditegaskannya, seminar regional ekonomi Bali 2017 diadakan untuk menjawab pelaku industri BPR di Bali. Bali memiliki potensi pariwisata sebagai lokomotif ekonomi Bali.

Ketut Komplit menegaskan, pelaku industri BPR perlu tahu potensi sektor riil. Ini termasuk sektor pariwisata dan ikutannya termasuk sektor industri dan perdagangan. (kup/)