Pengusaha Wisata Tirta Kedepankan Keselamatan Wisatawan

30
RAFTING – Aktivitas wisata rafting yang diminati wisatawan asing. (kup)  

Denpasar (Bisnis Bali) – Curah hujan yang tinggi yang disertai angin kencang bisa mengganggu kegiatan wisata tirta di Bali. Ketua DPD Gahawisri Bali, IB. Agung Partha Adnyana, Selasa (27/12) mengatakan, dalam melakukan aktivitas wisata tirta baik di sungai, di danau, maupun di laut diwajibkan mengedepankan keselamatan wisatawan.

Ia mengungkapkan, akibat hujan dan angin kencang banyak kegiatan wisata tirta terganggu. Termasuk kegiatan memasuki libur Natal dan Tahun Baru.

Ia menjelaskan, kegiatan wisata tirta sangat rentan dengan gangguan karena langsung bersentuhan dengan alam. Walaupun ada gangguan hujan dan angin kencang, beberapa kegiatan wisata tirta masih bisa beroperasi seperti di Tanjung Benoa.

Ia mengakui, kegiawan water sport sangat terganggu oleh angin yang kencang. Sementara di sungai ketinggian air yang terlalu tinggi akibat tingginya curah hujan juga mengganggu kegiatan rafting.(kup)

BAGIKAN