Catatan Akhir Tahun 2016 Permintaan Naik, Produksi Buah Lokal justru Menurun

20
ANTARPULAU - Jeruk lokal produksi Bangli tembus pasar antarpulau. (man)

Di tengah gempuran buah impor, tahun ini Pemerintah Provinsi Bali kian menggenjot agar buah lokal bisa menjadi raja di daerah sendiri. Itu dilakukan dengan berbagai hal, tak terkecuali mengimbau kalangan pelaku sektor pariwisata untuk mau menyerap buah lokal. Namun ironisnya, upaya tersebut tak searah dengan volume produksi buah di tingkat petani yang justru cenderung menurun. Apa penyebabnya?

TAHUN ini Pemerintah Provinsi Bali kian berambisi menjadikan buah lokal sebagai komoditi yang mendominasi permintaan pasar di tengah gempuran buah impor. Tahun ini, tampaknya ambisi tersebut makin dipermudah dengan dipengaruhi oleh kian mahalnya harga buah impor seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Keadaan tersebut mulai sedikit membuahkan hasil dengan diliriknya buah lokal ini ketimbang produk impor, mengingat harganya yang terjangkau dan cita rasa bersaing.
Namun ironisnya, membaiknya respons pasar terhadap buah lokal ini, belum diimbangi dengan penerapan teknologi menyangkut budi daya dan perlakuan tanaman buah lokal. Kondisi tersebut setidaknya tercermin dari cenderung turunnya produksi buah lokal di tingkat petani di Bali, sebagai dampak dari pengaruh cuaca ekstrem yang ditandai dengan bergesernya musim dari semestinya. Itu dibarengi pula dengan tingkat curah hujan maupun kering yang berlaku dalam intensitas berlebih dari biasanya.
Salah seorang petani salak gula pasir di Banjar Kebon Jeruk Kauh, Desa Munduk Temu Kecamatan Pupuan Tabanan, Ketut Suardika, S.E. mengungkapkan, cuaca ekstrem telah membuat produksi pertaniannya turun dibandingkan dengan musim panen tahun lalu. Ia bertanam salak gula pasir di areal 60 persen dari total lahan 4 hektar.
Diakuinya, penurunan produksi tersebut membuat rutinitas keikutsertaan berpromosi atau pameran dalam kegiatan tahunan di sejumlah daerah pada Agustus-September, tidak bisa ia jalani  tahun ini. Penyebabnya, karena produksi yang jauh menurun dari tahun lalu. Kondisi itu pula yang memaksanya tidak bisa lagi melanjutkan kerja sama dengan sejumlah suplayer produk agro untuk pemasaran ke sejumlah hotel dan swalayan di Bali, karena produksi yang jauh menurun pada tahun ini. (man)