BPR Hadapi Penyelesaian Kredit Bermasalah

15

Denpasar (Bisnis Bali) –Perlambatan ekonomi 2016 dan penurunan sektor properti, berdampak pada peningkatan kredit bermasalah (NPL) di bank perkreditan rakyat (BPR). Sekretaris DPD Perbarindo Bali, Ketut Komplit, Senin (26/12) mengatakan, BPR harus menghadapi proses penyelesaian kredit bermasalah dengan memperhatikan aspek legal penyelesaikan kredit.

Ia mengungkapkan, tren memasuki akhir 2016 BPR dihadapkan dengan kenaikan kredit bermasalah (NPL) menyentuh 5,75 persen. BPR di akhir 2016 ini harus menyamakan persepsi dalam penanganan kredit bermasalah.

Ia menjelaskan, dalam menyelesaikan kredit bermasalah, BPR harus memperhatikan aspek legal. BPR juga harus memperhatikan aspek legal dalam bidang pengikatan kredit dan  penyelesaian kredit bermasalah.

Dipaparkannya, penyelesaian kredit bermasalah ini, membutuhkan upaya yang lebih panjang. Hal ini termasuk penyelesaian kredit bermasalah ini membutuhkan biaya yang mesti ditanggung pihak bank.(kup)