Mulai awal tahun 2016, pemerintah melakukan berbagai macam terobosan guna mengarahkan koperasi berkualitas. Banyak kebijakan diambil, pada intinya lebih menyeleksi pembentukan koperasi baru sampai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola koperasi. Dengan begitu, koperasi ke depannya bukan hanya mengejar kuantitas, melainkan kualitas. Lantas apa saja yang terjadi selama tahun 2016?

SEBELUMNYA koperasi tumbuh dan berkembang tanpa arah yang jelas. Pencitraan koperasi abu-abu. Terkadang ada koperasi yang sudah dikelola dengan profesional dapat bertumbuh dengan pesat. Sebaliknya koperasi yang dikelola secara konvensional dan apa adanya nyata perkembangannya terhambat. Ada juga koperasi hanya dibentuk untuk kepentingan tertentu sehingga koperasi tersebut langsung bubar setelah kepentingannya tercapai.

Banyaknya kendala yang dihadapi koperasi, maka mulai 2016 pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM RI dan didukung penuh pemerintah daerah melaksanakan berbagai program sebagai terobosan berkembangnya koperasi sampai peningkatan pencitraan masyarakat.

Pemerhati sekaligus praktisi koperasi, Putu Sukmajaya, S.E., M.M. menerangkan, selama ini koperasi masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah dan terjadi pembiaran. Walaupun telah dilaksanakan pembinaan hanya sebatas pendampingan biasa saja. Terbukti perkembangan koperasi secara keseluruhan masih rendah. Namun tahun ini banyak gebrakan yang dilakukan pemerintah, terutama pembenahan SDM, maka koperasi tampak bergeliat. (sta)