“Gathering Stakeholder” Pariwisata di Kota Denpasar Jaga Keamanan, Jadikan Pariwisata Berkualitas

23
Wali Kota Denpasar, IB Rai D Mantra didampingi Wakil Walikota Denpasar Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara dan Kadis Pariwisata Denpasar, I Wayan Gunawab bersama insan pariwisata saat acara Gathering Stakeholder Pariwisata Denpasar di Warung Bendega (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Setelah beberapa waktu lalu Kota Denpasar meraih penghargaan kota terbaik dengan peringkat tertinggi indeks pariwisata Indonesia dan kota terbaik dengan peringkat tertinggi aspek lingkungan pendukung bisnis pariwisata yang diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya di Kantor Kementerian Pariwisata Jakarta dan diterima Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Wayan Gunawan, pada Jumat (23/12) bertempat di Warung Bendega Denpasar, Dinas Pariwisata Kota Denpasar mengadakan gathering bersama stakeholder pariwisata sebagai ajang silahturahmi kepada pelaku industri pariwisata di Kota Denpasar.
Dalam kesempatan tersebut Kadis Pariwisata Denpasar Wayan Gunawan menyerahkan piagam perhargaan kepada Wali Kota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra. Kemudian Rai Mantra menyerahkan kembali kepada seluruh stakeholder pariwisata dan seluruh masyarakat Kota Denpasar. Karena penghargaan adalah milik masyarakat yang terkait. Kegiatan ini dihadiri pula Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, serta seluruh stakeholder pariwisata di Kota Denpasar.
“Penghargaan ini bukan untuk pemerintah saja tetapi untuk seluruh stakeholder serta seluruh masyarakat yang berperan aktif dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan,”ujar Rai Mantra sambil menyebutkan tantangan ke depannya mesti dipertahankan.
Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, Pemkot Denpasar tidak jauh dari apa yang dikemukakan Menteri Pariwisata. Intinya dapat menciptakan public value yakni kemanfaatan masyarakat pada dunia pariwisata mempunyai dampak yang luas  terhadap masalah sosial, ekonomi serta lainnya. Tetapi secara detail pihaknya sangat mengapresiasi kepada pelaku-pelaku pariwisata yang betul-betul berperan aktif dan care dengan apa yang harus dilakukan dalam pengembangan pariwisata.
“Dengan kegiatan seperti ini kita bertukar pikiran satu dengan yang lain. Guna menyelesaikan masalah yang ada. Serta kita dapat melihat prospek pariwisata ke depannya seperti apa,” kata Rai Mantra.
Ditambahkan, dalam pertumbuhan ekonomi kita harus memperkuat daya saing lokal, untuk itulah kita coba untuk melakukan sertifikasi terhadap komponen-komponen penggerak ekonomi  terutamanya pariwisata.
“Sebagai kota kompeten penting adanya sertifikasi profesi, kita menginginkan ke depannya pertumbuhan ekonomi kita berkualitas. Kita punya 35.000 jatah untuk sertifikasi profesi gratis, kita harap bisa dipakai dengan baik,” ujarnya.
Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Wayan Gunawan menjelaskan tujuan gathering ini disamping sebagai ajang silahturahmi di antara stakeholder yang sudah membantu atau bekerja sama bersinergi untuk menyukseskan program pemerintah. Juga menjadi ajang evaluasi yang menjadi kekurangan bersama. Tahun ini akan menjadi masukan serta penyempurnaan program-program kita di tahun 2017 nanti. Beberapa hal yang perlu disampaikan dalam gathering ini yakni masalah sertifikasi kompetensi, promosi terintegrasi, serta memikirkan kedepannya sebagai destinasi yang berkualitas.
Lebih lanjut Gunawan menambahkan, terkait penghargaan ini bukan merupakan hasil maksimal. Tetapi ada beberapa hal yang perlu kita benahi. Di antaranya fasilitas kesehatan dan kebersihan pada daya tarik wisata, Infrastruktur darat dan laut, jumlah potensi wisata alam dan buatan dan pendataan event MICE nasional ataupun internasional.
“Tentunya tidak bisa Pemerintah saja berbuat, kita perlu visi dan persepsi yang sama dengan stakeholder dalam pengembangan pariwisata ke depannya agar menemukan hasil yang maksimal,”ujarnya. (sta/)

BAGIKAN