Wabup Suiasa Tinjau Distribusi Barang Jelang Nataru  

15
ist TINJAU PASAR - Wabup Suiasa didampingi Sekkab Badung Kompyang R. Swandika saat melakukan peninjauan sejumlah harga barang di Pasar Blahkiuh dan pasar Petang, Kamis (22/12) kemarin.

Mangupura (Bisnis Bali) – Untuk mengetahui harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional  di Kabupaten  Badung, Kamis (22/12) kemarin, Wabup Ketut Suiasa bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten melakukan peninjauan harga di dua pasar tradisional yakni di Pasar Petang, Kecamatan Petang dan Pasar Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal. Dari peninjauan tersebut, sejumlah harga bahan pokok cukup stabil dan pasongan barang masih normal menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru ini.

Wabup Suiasa mengatakan, pemantauan harga barang di pasar ini dilakukan karena pemerintah ingin mengetahui langsung soal distribusi barang, apakah  lancar atau tersendat-sendat dan memantau stabilitas harga. “Dari pemantauan yang kita lakukan memang ada sejumlah komoditi barang yang meningkat, karena dampak permintaan saat hari raya keagamaan. Namun peningkatan harganya masih dalam batas wajar tidak sampai naik hingga 30 persen,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk di Pasar Petang dari beberapa laporan pedagang, penjualannya saat ini cukup sepi akibat dampak dari Jalan Angantiga putus beberapa waktu lalu. “Masalah ini akan kita segera sikapi bersama pihak provinsi karena jalan putus ini sangat mempengaruhi perekonomian warga yang sangat signifikan. Boleh saya katakan berdampak pada pasar yang sepi,” paparnya.

Apakah nanti tidak juga memantau ke pasar modern? Ditanya begitu, pejabat asal Desa Pecatu ini mengatakan, pihaknya memprioritaskan pemantauan untuk pasar tradisional karena pasar ini paling menyentuh setiap hari kegiatan ekonomi masyarakat. “Kalau pasar modern kelasnya orang masih menengah ke atas, kalau masyarat desa lebih ke pasar tradisional dan saat ini kita ingin melihat kestabilan kondisi barang di pasaran,” terangnya kembali. (sar/)

BAGIKAN