Tingkatkan Sinergi dan Kemitraan Kadin Kediri dan Kadin Denpasar Tandatangani MoU  

22
MoU - Ketua Kadin Kota Kediri dan Ketua Kadin Kota Denpasar menanatangai MoU terkait sinergi pengembangan UMKM pada acara buasines to bussines di Kuta, kemarin.

Denpasar (Bisnis Bali) –  Guna bersama – sama meningkatkan kiprah dan perkembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di daerah – daerah di Indonesia, upaya bersinergi dan membina kemitraan dilakukan  pihak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Kediri, Jawa Timur (Jatim) dengan  Kadin Kota Denpasar, yang dibingkai dalam acara bertema Fasilitasi Kemitraan Melalui Bussines to Bussines yang berlangsung di Sun Boutique Hotel, Jalan Sunset Road, Kuta, Kamis (22/12).

Ketua Kadin Kota Kediri, Drs. H. Muhammad Solikhin mengungkapkan, kunjungannya ke Denpasar bukan semata untuk  jual produk. Tapi kedatangannya bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM kota setempat memiliki esensi yang sangat penting yakni, menggalang kerjasama di antara kedua belah pihak, Kadin dan Dinas Koperasi dan UKM  demi kemajuan UMKM di daerah masing -masing. Pihaknya ingin meningkatkan sinergi sekaligus inovasi kalangan UMKM khususnya yang dipayungi Kadin, dalam rangka meningkatkan daya saing di era pasar bebas.

Diakuinya, biaya pelaksanaan kunjungan yang difasilitasi pemerintah daerah (Pemda) tak sedikit, sehingga ajang seperti ini diharapkan betul – betul memberi manfaat positif terhadap perkembangan UMKM. Amat disyukuri sebelum acara dimulai, upaya sinergi ini ternyata telah berlangsung dengan terjadinya transaksi antarpelaku UMKM kedua belah pihak. Dari UMKM kediri ada produk unggulan tahunnya, sementara dari Denpasar menggeber sejumlah produk kerajinannya. Dia optimis ini awal yang baik untuk bisa berlanjut ke depan.

Ketua Kadin Kota Denpasar, Wayan Nugra Artana menyampaikan,  pihaknya dari Kadin Denpasar menyambut gembira mendapat dua kunjungan sekaligus yakni, Kadin Kediri dan Kadin Pasuruan. Momen ini diharapkan makin meningkatkan sinergi bersama membangun perekonomian khususnya lewat pengembangan UMKM.

Nugra Artana tertarik dengan potensi  tahu kediri yang dinilai sangat luar biasa. ” Kami membuka diri, jika potensi tersebut bisa disinergikan karena di Denpasar sangat banyak tempat untuk pengembangan dan mencari produk kuliner. Saya apresiasi di Solo terjadi transaksi tahu sampai miliaran rupiah,” ujarnya.

Dia mengharapkan pelaku UMKM di Denpasar, bisa menangkap peluang ini termasuk peluang ekonomi dan bisnis lainnya. Pengembangan bisnis UMKM di Denpasar potensial tak lepas juga dari imbas sektor pariwisatanya yang berkembang pesat. Sejumlah objek juga jaraknya dekat – dekat, sehingga cukup di tempuh dalam hitungan satu hari saja. Ini tentu peluang bagi UMKM memasarkan produk mereka.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar, I Made Erwin Suryadarma Sena,  memberi  apresiasi dan penghargaan setingginya kepada kedua belah pihak Kadin maupun para pelaku UMKM yang hadir dalam acara temu kemitraan dan jalinan keakraban ini. Disampaikan juga  terima kasih kepada teman – teman  Kadin dari kabupaten lain yang hadir pada kesempatan ini.
Sebagai wakil pemerintah tak lupa juga mengucapkan selamat tahun baru semoga semua diberikan kesehatan dan kesuksesan. “Kehadiran bapak atau ibu merupakan angin segar bagi kami khususnya UMKM untuk  saling tukar pengetahuan keterampilan dalam meningkatkan usaha. Kami sadari selama membina UKM masih banyak kendala yang dihadapi.

Tiga hal tersebut yakni pendanaan, akses SDM, dan pemasaran. Dengan adanya  jalinan  kerjasama ini diharapkan sinergi kedua belah pihak bisa berkelanjutan.   Oleh karena itu, kata Erwin, sudah mengundang beberapa UKM  untuk memajang barang dagangannya siapa tahu Bapak atau Ibu  tertarik membeli,” paparnya.

Lebih lanjut disampaikannya, Kota Denpasar punya visi dan misi Denpasar kreatif yang mengandung makna kita tak ada sumber daya alam (SDA) tapi memiliki sumber saya manusia (SDM) yang kreatif.

Dalam praktiknya bagaimana produk Jawa Timur yang dibawa ke Bali, bisa diinovasi lagi ditambah nilai kreasinya sehingga harganya makin meningkat. Secara umum disampaikan Denpasar memilki potensi pariwisata yang tak kalah potensial untuk bisa dimanfaatkan para pelaku UKM mempromosikan produknya.

Tumbuhnya beragam kreativitas misal pembuatan film animasi juga bidang seni yang  berbasis informasi teknologi (IT) lainnya diharapkan makin menumbuhkan jiwa wirausaha masyarakat. Terkait pariwisata dari sekitar 4 juta wisatawan yang datang ke Bali baik mancanegaa maupun domestik, 800.000 lebih datang ke Denpasar. Ini tentu peluang bagi UMKM untuk bertumbuh memanfaatkan promosi di sejumlah objek wisata.

Data per Desember 2016 hotel – hotel di Denpasar sudah penuh. Untuk menyambutnya Denpasar juga menggelar Denpasar Festival. Ini bertujuan membantu UMKM memasarkan produk mereka.  Berkembangnya UMKM juga untuk mengejar angka dua persen angka kewirausahaan dunia, sehingga secara nasional wirausaha yang masih di angka 1,7 persen masih tergolong rendah dibandingkan Filipina dan negara di Asia lainnya yang rata – rata di atas dua persen. Di Denpasar dengan potensi UMKM 30 ribu lebih akan dimanfaatkan untuk menggenjot hal tersebut.

Harapannya mudah – mudahan bisa membalas kunjungan ke Kediri, sehingga sinergi makin baik. Ini akan memperkuat struktur ekonomi dalam negeri menghadapi Masyrakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Kadiskop dan  UKM Kota Kediri Kristianto  menyampaikan terinspiasi Renald Kasali terkait pertanyaan seorang pelaku UMKM yang mengatakan Diskop UKM tidak bisa membina secara maksimal UMKM.  Katanya, ini merupakan motivasi bagi Kadin dalam  pengembangan UMKM. Beberapa daerah yang telah dikunjungi dalam roadshow ini yakni, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Solo Raya, baru ke Denpasar.

 Ini merupakan upaya membuka jalan bagi UMKM untuk mampu berkembang lebih baik dengan jaringan pemasaran yang lebih luas. Bagi kami yang patut dipelajari dan dipahami yakni kreativitas dan inovasinya sehingga mampu meningkatkan nilai produk UMKM. (gun/)

BAGIKAN