Catatan Akhir Tahun 2016 Bebas Visa belum Diikuti Penambahan Akses Pasar

24
Kebijakan bebas visa mesti ikuti penambahan akses penerbangan ke negara pasar sehingga mendorong peningkatan kunjungan wisman ke Bali. (kup) 

Kebijakan bebas visa yang dikeluarkan Pemerintah Presiden Jokowi diharapkan memang menggairah kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) dari negara pasar ke Indonesia. Kenyataannya, kebijakan bebas visa belum diikuti dengan penambahan akses penerbangan ke kawasan pariwisata Indonesia termasuk ke Bali.  Ini mendorong kebijakan bebas visa menjadi kurang optimal. Apa yang harus dilakukan?

PADA dasarnya kebijakan bebas visa ini tidak hanya dikeluarkan pada pemerintahan Presiden Jokowi. Kebijakan bebas visa sudah mulai dirintis pada zaman pemerintahan Presiden Megawati. Kebijakan bebas visa sempat ditarik selanjutnya menggunakan kebijakan resiprokel.
Dewan Pembina GIPI Bali, Bagus Sudibya mengatakan, kebijakan bebas visa yang dikeluarkan pemerintah Indonesia memang dipandang akan memberikan manfaat besar terhadap pariwisata Indonesia dan pariwisata Bali khususnya.  Hanya, kebijakan bebas visa ini belum diikuti penambahan akses penerbangan ke negara-negara pasar yang mendapatkan kebijakan bebas visa.
Kebijakan bebas visa mengarah pada asas resiprokel. Pemerintah pusat hanya memberikan kebijakan bebas visa kunjungan terutama kepada negara yang memberikan kebijakan bebas visa untuk Indonesia. Ini seperti di negara kawasan ASEAN dan negara lain yang dianggap potensial. Salah satu contoh Australia yang sempat diberikan kebijakan bebas visa kunjungan selanjutnya dicabut karena alasan kebijakan personal.
Konsul Kehormatan Afrika Selatan ini memandang kebijakan bebas visa kunjungan yang dikeluarkan pemerintah Indonesia  tidak bisa berdiri sendiri. Ini mesti diikuti dengan kebijakan-kebijakan lanjutan. Di antaranya kebijakan air policy atau kebijakan resiprokel di bidang airline. Kebijakan penerbangan Indonesia belum bisa mengarah kepada kebijakan pariwisata secara umum.
Keterbatasan penyediaan alat angkut udara, maskapai penerbangan Indonesia belum bisa terbang ke beberapa negara tujuan secara langsung. Sebaliknya,  wisatawan yang ingin berkunjung ke Indonesia menjadi terhalang dikarenakan asas resiprokel di bidang penerbangan.
Kebijakan pemerintah belum mengacu kepada kepentingan yang lebih makro. Patut disyukuri, penerbangan Indonesia yaitu Garuda sudah mampu membeli pesawat yang lebih tren terutama untuk boeing 777.  Maskapai Indonesia Garuda sudah terbang ke London dan Amsterdam. Seiring kebijakan bebas visa, Garuda semestinya bisa terbang ke negara-negara Eropa yang menjadi kantong-kantong pariwisata. Di antaranya, Paris, Jerman, Madrid dan lainnya. (kup)

BAGIKAN