Tingkatkan Penguasaan TI, BKS LPD Bali dan STIKOM Bali Tandatangani MoU 

45
Penandatanganan MoU STIKOM Bali dengan BKS LPD Provinsi Bali bertempat di Aula STMIK STIKOM Bali Rabu (21/12). (kup/)

Denpasar (Bisnis Bali) – BKS LPD Provinsi Bali bekerja sama dengan STIKOM Bali melaksanakan sosialisasi pemanfaatan teknologi informasi (TI) dalam sistem Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Bali  Rabu (21/12) bertempat di Aula STMIK STIKOM Bali. Rangkaian kegiatan sosialisasi diawali dengan penandatanganan MoU BKS LPD Bali bekerja sama dengan STIKOM Bali.

Penandatanganan MoU dilakukan Ketua STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan, dengan Ketua BKS LPD Provinsi Bali, Nyoman Cendikiawan. Penandatanganan MoU ini disaksikan Kepala Pusat Kerjasama dan Pemasaran STIKOM Bali, I Made Sarjana S.E., M.M., Direktur PT USSI Bandung, Maman Rukmana, dan Pengurus BKS LPD Provinsi Bali beserta kepala LPD dan karyawan LPD Bali.

Ketua STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan mengatakan kerjasama BKS LPD Provinsi Bali dengan STIKOM Bali merupakan  penerapan konsep Akademisi, Bisnis, and Goverment (ABG).  Kerja sama ini juga merupakan implementasi Tri Dharma perguruan tinggi meliputi pendidikaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia menjelaskan kerja sama BKS LPD Bali dengan STIKOM Bali bisa memberikan nilai tambah bagi teman-teman di LPD. SDM LPD Bali lebih mengenal dunia TI. ” Mau tidak mau, suka tidak suka SDM LPD harus memahami TI,” ucapnya.
Dipaparkannya, LPD di bidang keuangan harus dekat dengan TI. STIKOM Bali bangga bisa dipercaya oleh BKS LPD se-Bali untuk bekerjasama memanfaatkan TI semaksimal mungkin untuk kemajuan LPD di Bali.

Kerja sama antara BKS LPD Bali dengan STIKOM Bali diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi LPD Bali melainkan juga bermanfaat bagi  para sarjana dan diploma STIKOM Bali.
Dadang Hermawan meyakinkan, secara operasional mahasiswa dan dosen STIKOM Bali bisa melakukan penelitian di LPD. Pimpinan LPD juga bisa merekrut tamatan STIKOM Bali bekerja di LPD untuk memudahkan penerapan TI.  Akses bagi alumni STIKOM Bali terbuka masuk ke LPD di Bali.

Sementara BKS LPD Provinsi Bali, Nyoman Cendikiawan mengatakan LPD merupakan milik desa pakraman. Mahasiswa STIKOM ini juga berasal dari desa pakraman di Bali. Alumni STIKOM Bali diharapkan mampu mengabdikan ilmunya di desa pakraman.

“Mereka bisa menjadi karyawan LPD atau minimal menjadi pendamping pengembangan TI di desa pekramannya masing-masing,” ucapnya.
Ia menjelaskan BKS LPD Bali melakukan kerjasama dengan STIKOM Bali merubah paradigma LPD yang basisnya tradisional. Dengan sentuhan TI, LPD bisa dikelola secara profesional. SDM LPD tidak boleh ketinggalan perkembangan TI.

“Negara dan dunia terasa berada  di ujung jari ketika SDM LPD mampu menguasai TI,” kata Kepala LPD Desa Adat Telepud ini.

Perkembangan LPD yang sangat cepat tak lepas dari dukungan kepercayaan masyarakat, awig-awig dan adat. SDM LPD perlu dikembangkan terutama dalam penguasaan TI.
Cendikiawan menambahkan untuk mengejer ketertinggalan LPD di bidang TI, BKS LPD Bali bekerjasama dengan STIKOM Bali.

Secara teknis akan ditindaklanjuti bersama oleh STIKOM Bali maupun BKS LPD Bali untuk menghadapi tantangan LPD Bali. Dengan diperkuat TI, lembaga keuangan berbasis adat ini akan lebih dipercaya masyarakat Bali. (kup/)

BAGIKAN