Badung Raih Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Mentor Penghargaan Tertinggi di Bidang PP-PA

69
Penghargaan Tertinggi - Wakil Presiden RI Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Mentor kepada Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta di Istana Wakil Presiden, Rabu (21/12) kemarin

Mangupura (Bisnis Bali) – Pemerintah Kabupaten Badung meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat Mentor dari pemerintah pusat. Penganugerahan penghargaan APE Mentor ini menjadi penghargaan tertinggi di bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (PP-PA) dan pemenuhan hak-hak anak ini diserahkan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla didampingi Menteri PPPA Yohana Susana Yembise dan diterima Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta di Istana Wakil Presiden, Rabu (21/12).

Badung menjadi salah satu dari lima kabupaten/kota di Indonesia yang meraih APE tingkat Mentor (Kab. Badung, Kab. Rembang, Kota Denpasar, Kota Bandung dan Kota Surabaya). Penghargaan APE  kali ini juga merupakan yang ke-4 secara berturut-turut yang diraih Kabupaten Badung. Dalam penerimaan APE itu, Bupati didampingi Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan Badung, IA Yutri Indahgustari dan Kepala Bappeda Litbang diwaliki Kabid Litbang Nyoman Adi Wiratma.

Penghargaan APE merupakan penghargaan yang diberikan pada kementerian/lembaga serta pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota yang dinilai berkomitmen dan mengimplementasikan strategi yang terkait dengan pengarusutamaan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Untuk kali ini APE diserahkan kepada 12 kementerian/lembaga, 17 pemda provinsi dan 84 pemda kabupaten/kota. Penghargaan terdiri dari 4 (empat) kategori yaitu Pratama, Madya, Utama dan Mentor.

Usai menerima penghargaan APE, Bupati Giri Prasta menyampaikan, bahwa Pemkab Badung telah melaksanakan program inovatif yang berpihak pada perempuan dan anak. Program kesetaraan gender, serta pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak telah dimasukkan dalam RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Badung 2016-2021. Untuk pemberdayaan perempuan, Pemkab Badung akan betul-betul melaksanakan program pengarusutamaan gender. Mulai tahun ini telah dilaksanakan pelatihan-pelatihan kepada kaum perempuan termasuk kelompok wanita yang bertujuan meningkatkan ekonomi produktif. “Kelompok wanita tani di Badung kita akan jadikan role model. Seperti perajin tenun, endek, kita akan berikan modal termasuk alatnya. Ketika kebutuhan berkaitan dengan kain bagi siswa maupun pegawai di Badung kita beli langsung di kelompok tersebut,” jelasnya.

Di bidang kesehatan, telah diwujudkan dengan pengadaan ambulans untuk 62 desa/kelurahan di Badung, juga mobil layanan deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks untuk melindungi perempuan dari penyakit kanker. Pemkab Badung juga telah melaksanakan vaksinasi kanker serviks secara gratis, diberikan kepada pegawai di lingkungan Pemkab Badung serta siswi SMP dan SMA/SMK.

Kaitannya dengan perlindungan anak, juga menjadi skala prioritas dari Pemkab Badung. Ke depan di setiap desa dengan smart desa (desa pintar) ini akan ada ruangan khusus untuk ruang bermain anak dan ruang pojok ASI. Untuk proteksi terhadap anak, khusus di bidang pendidikan, dilakukan pengadaan laptop untuk SD kelas 6 yang telah diserahkan sepekan yang lalu, di tahun 2017 ditambah laptop untuk SD kelas 5. Selain itu untuk siswa baru SD kelas 1 dan SMP kelas 1 akan diberikan seragam lengkap dan Bupati menegaskan tidak ada lagi pungutan di bidang pendidikan. Di bidang administrasi kependudukan, kerja sama RSUD Mangusada Badung dengan Disdukcapil, pemerintah menerbitkan akta kelahiran secara langsung bagi anak yang lahir di RSUD Mangusada. Bupati Giri Prasta juga mengharapkan peranan dunia usaha dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kabupaten Badung. “Kami harapkan keterlibatan langsung dunia usaha dalam upaya kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Badung,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan Badung IA Yutri Indahgustari mengatakan bahwa anggaran untuk responsif gender di Badung dari tahun ke tahun meningkat. Tahun 2016 mencapai 1,4 trilyun dari APBD sebesar 4,6 T. Dijelaskan bahwa, Pemkab Badung amat fokus terhadap perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan. Melalui Lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Telepon Sahabat Anak (Tesa) dalam upaya pencegahan, rehabilitasi, pendampingan serta perlindungan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan. Program lainnya diberikan pendidikan pencegahan bahaya kebakaran bagi anak-anak usia dini dan TK serta pengenalan bahaya kebakaran bagi anak-anak sekolah.

Ditambahkan, indikator penilaian yang digunakan untuk menilai keberhasilan pelaksanaan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak ini, yaitu kelembagaan, dukungan forum, komitmen pemerintah, pengarusutamaan gender (PUG), pelindungan terhadap kekerasan pada perempuan dan anak, partisipasi masyarakat, dan penguatan kelembagaan. Selain itu, penilaian juga mencakup masalah perencanaan anggaran pemerintah yang responsif gender, serta komponen untuk penilaian hasil dan manfaat program serta kegiatan. (sar/)

BAGIKAN