Pengembangan “Home Industry” di Buleleng Terkendala Minimnya Naker  

15

Singaraja (Bisnis Bali) –  Sejumlah usaha khususnya home industry yang memproduksi produk tradisional kerapkali menemukan kendala dalam proses produksi. Di antaranya keterbatasan dalam produksi akibat kekurangan tenaga kerja (naker) yang berkarakter yang dibutuhkan industri.

Tak sedikit home industry mengalami gulung tikar akibat minimnya generasi penerus yang mengakibatkan penurunan produksi di tengah permintaan pasar yang makin tinggi.

Mengantisipasi makin minimnya pelaku home industry khususnya di Buleleng, upaya menggerakkan generasi muda  agar mampu melanjutkan serta mengembangkan segala bentuk usaha produk tradisional seperti tenun bertujuan untuk senantiasa bisa memenuhi kebutuhan pasar.

Menurut Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Buleleng, I Putu Gede Parma, S.St. Par., M.Par, Selasa (20/12), untuk dapat menggeliatkan home industry di Buleleng diperlukan peran serta sumber daya manusia (SDM) khususnya pemuda sebagai elemen angkatan kerja yang berkualitas. Selain itu diperlukan  dukungan permodalan dan pemasaran yang selalu menjadi masalah klasik usaha mikro kecil menengah (UMKM).(ira)

BAGIKAN