Perbarindo Minta BPR Perhatikan Permodalan

16
PERSAINGAN - BPR harus melakukan upaya penguatan permodalan untuk menghadapi persaingan yang makin ketat. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Tumbuh dan berkembangnya industri perbankan khusus bank perkreditan rakyat (BPR) sangat tergantung kemampuan permodalan. Ketua DPD Perbarindo Bali, Ketut Wiratjana, Senin (19/12) mengatakan, evaluasi kinerja BPR 2016 di Bali memperhatikan upaya penguatan modal.

Ia mengungkapkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selalu mengingatkan BPR melakukan penguatan permodalan. Ini terutama melakukan pemupukan modal organik melalui pemanfaatan laba ditahan. Ini menjadi perhatian BPR 2016 untuk mengoptimalkan pemupukan laba organik untuk penguatan modal BPR.

Ia menjelaskan, sesuai aturan POJK modal BPR di 2019 diharapkan minimal Rp 6 miliar. Berdasarkan data OJK memang ada beberapa  BPR terlihat kekurangan permodalan.

Ia menjelaskan, Perbarindo Bali meyakini BPR di Bali mampu memenuhi ketentuan permodalan sesuai ketentuan POJK. “Di tahun 2019, Perbarindo memiliki keyakinan BPR-BPR di Bali mampu untuk memenuhi ketentuan POJK,” katanya.(kup)