Bupati Eka dan Perguruan Siwa Murti Bagi-bagi Bantuan Sosial

14
Penyerahan bantuan sosial dilakukan secara simbolis.

Amlapura (Bisnis Bali) –  Bakti sosial yang digelar Yayasan Perguruan Siwa Murti terus dikembangkan. Selain melakukan pengobatan sekala niskala, dalam beberapa kesempatan terakhir, bakti sosial yang digelar perguruan ini diisi juga dengan pembagian sembako dan bantuan lainnya.

Seperti yang terlihat pada kegiatan yang berlangsung di Rest Area Candidasa, Desa Bugbug, Kecamatan/Kabupaten Karangasem, pada Minggu (18/12). Perguruan tersebut membagikan sembako, asuransi kecelakaan dan santunan duka, beasiswa bagi siswa berprestasi, serta penyerahan pakaian bagi para pemangku.

Penyerahan tersebut berlangsung sebelum kegiatan pengobatan massal. Di kesempatan itu, Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, yang tercatat sebagai Dewan Penasehat, terjun langsung membagikan bantuan-bantuan tersebut bersama Ketua Umum Yayasan Perguruan Siwa Murti, Dr Jero Mangku Made Subagia dan para sisia-nya.

Di sela-sela kegiatan, Bupati Eka menjelaskan, pembagian bantuan tersebut dilakukan sebagai bentuk investasi hati dan karma. Di samping itu, selama ini kegiatan itu memang sudah menjadi program rutin Yayasan Perguruan Siwa Murti.

“Ini adalah bentuk investasi hati dan karma. Semoga dengan kegiatan ini kami mampu meringankan beban masyarakat, menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi semua umat di Bali, dan kegiatan ini akan terus kami gerakkan,” ujar Bupati Eka.

Menurutnya, berbagi merupakan salah satu bentuk investasi hati dan karma, yakni tidak ada yang salah dengan kegiatan seperti ini. “Selain itu, yang terpenting adalah pengakuan dari Ida Betara, bukan dari manusia, dan saya berharap dengan kegiatan seperti ini, Bali akan ajeg. Begitu juga dengan nusantara, akan ajeg juga,” imbuhnya.

Penyerahan bantuan ini juga dalam rangkaian ngayah bersama dengan seluruh pengurus dan sisia Yayasan Perguruan Siwa Murti yang kini telah memiliki sepuluh pengurus cabang atau Pengcab di Bali.

Selain Yayasan Perguruan Siwa Murti, kegiatan ini juga melibatkan beberapa donatur seperti Hotel Ashyana Resort and Hotel. Kebetulan, Hotel Ashyana sedang merayakan hari ulang tahunnya yang keenam. Begitu juga dengan Pengcab Yayasan Perguruan Siwa Murti yang juga sedang berulang tahun. Seperti yang disampaikan Ketua Panitia sekaligus Direktur Ashyana Hotel and Resort, I Wayan Kariasa.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian HUT Ashyana Hotel and Resort yang keenam, serta hari ulang tahun Pengcab Yayasan Perguruan Siwa Murti. Kami mencoba memperingati dengan mengkolaborasikannya lewat kegiatan pengobatan sekala niskala oleh Yayasan Perguruan Siwa Murti,’’ katanya.

Lanjutnya, selain itu, ada juga kegiatan donor darah dan pemeriksaan papsmear. ‘’Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dan lebih baik lagi pelaksanaannya. Yang terpenting bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kariasa.

Penyerahan beberapa bentuk bantuan sosial tersebut dilakukan secara simbolis. Adapun bantuan-bantuan itu meliputi pembagian sembako oleh Yayasan Ekalawya kepada seratus orang kepala keluarga atau KK miskin.

Kemudian, asuransi kecelakaan dan santunan duka dari Bupati Eka kepada sepuluh Pengcab Yayasan Perguruan Siwa Murti. Asuransi dan santunan ini ditujukan bagi para sisia yayasan.

Tujuan pemberian asuransi ini sebagai bentuk terima kasih dan perhatian kepada para sisia selaku pengayah ngarep karena telah tulus ngayah. Apalagi mereka sangat riskan selama dalam perjalanan ngayah.

Selanjutnya, bantuan berupa beasiswa dari Bupati Eka dan Yayasan Perguruan Siwa Murti untuk lima orang siswa berprestasi di Karangasem, serta pembagian pakaian bagi para pemangku di Pura Candidasa dan Pura Batumadeg.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PHDI Kabupaten Tabanan, I Wayan Tontra, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Suadiana dan I Gede Purnawan, serta Kepala Bappeda Kabupaten Badung yang juga Dewan Penasehat Yayasan Perguruan Siwa Murti, I Wayan Suambara.

Sekali pun berlangsung di bawah terik matahari, kegiatan pembagian bantuan serta pengobatan sekala niskala tersebut ternyata mendapatkan respons yang begitu tinggi dari masyarakat sekitar. Mereka terlihat berjubel di lokasi acara yang tepat berada di tepi Pantai Candidasa.

Bahkan, salah seorang ibu paruh baya yang ikut menjadi peserta menanyakan apakah kegiatan pengobatan sekala niskala tersebut akan digelar kembali di lain waktu, sehingga dirinya bisa mengontrol kesehatannya. (man/)

BAGIKAN