Perbarindo Bali Gelar Workshop Rencana Bisnis BPR  

29
Berpose bersama, direksi serta pejabat eksekutif BPR-BPR di Bali selaku peserta Workshop rencana bisnis BPR berfose bersama dengan pengurus DPD Perbarindo Bali serta instruktur dari BJB. (kup/)

Denpasar (Bisnis Bali) – Banyaknya dana idle dan sulitnya ekspansi kredit di tengah perlambatan ekonomi 2016, mendorong DPD Perbarindo Bali menyelenggarakan Workshop Rencana Bisnis BPR (RBB), Kamis (15/12) dengan mendatangkan pembicara antara lain dari BJB. Acara workshop ini dihadiri pengurus DPD Perbarindo Bali, Wakil Ketua DPD Perbarindo, Gusti Ngurah Gede Budiawan, Bendahara Perbarindo Bali, Made Musdastra dan direksi serta pejabat eksekutif BPR-BPR di Bali selaku peserta workshop.

Ketua DPD Perbarindo Bali, Ketut Wiratjana di sela-sela membuka acara workshop mengatakan, pelaksanaan workshop RBB ini bertujuan mempersiapkan direksi BPR dalam penyusunan RBB.  Saat ini Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (RPOJK) tentang RBB telah dilaksanakan rapat. Workshop RBB ini  berlangsung selama 2 (dua) hari diikuti direksi dan pejabat bertempat di Hotel Neo.

Ia menjelaskan, ketentuan POJK RBB tersebut rencananya diberlakukan tahun ini, namun diundur sampai 2017. Ini sesuai dengan usulan dari DPP Perbarindo.

Dipaparkannya, penyusunan rencana bisnis merupakan kewajiban BPR yang digunakan sebagai pedoman operasional. RBB ini biasanya disampaikan Januari tahun berikutnya. Namun, dalam RPOJK tentang RBB penyusunan RBB mengacu pada posisi September atau Oktober dan disampaikan akhir November. Hal ini sesuai dengan UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas pasal 63.

Ia menegaskan, dalam aturan tersebut direksi diwajibkan menyusun rencana kerja tahunan sebelum dimulainya tahun buku yang akan datang. Untuk memudahkan dan mempersiapkan BPR dalam penyusunan RBB ini, DPD Perbarindo Bali bekerja sama dengan BJB telah menyelenggarakan workshop penyusunan RBB dengan tool atau program Excel yang disampaikan oleh narasumber dari BJB.

Narasumber dari BJB di antaranya, Pimpinan Cabang BJB Denpasar, Anna Kusumarita, dan Pemimpin Divisi Perencanaan Strategis BJB, Tedi Setiawan.

Ketut Wiratjana menambahkan, RBB yang akan diterapkan di BPR sebagai pedoman tertulis bagi arah dan pengembangan BPR Iebih spesifik serta detail. RBB ke depan minimal memuat ringkasan eksekutif, strategi bisnis dan kebijakan, proyeksi laporan keuangan, target rasio-rasio dan pos-pos tertentu lainnya, rencana penghimpunan dana, rencana penyaluran dana, rencana permodalan, rencana pengembangan organisasi, teknologi informasi dan sumber daya manusia (SDM),  rencana pelaksanaan kegiatan usaha baru atau rencana penerbitan produk dan pelaksanaan aktivitas baru dan rencana pengembangan dan atau perubahan jaringan kantor, dan informasi lainnya. (kup/)

BAGIKAN