Desa Pakraman sebagai Benteng Budaya Bali

34
Bendesa se-Kabupaten Gianyar diberikan pembinaan Majelis Desa Pakraman tentang Penguatan Desa Pakraman dari aspek budaya, keamanan dan kelembagaan, Rabu (14/12), di Balai Budaya Gianyar. (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Sebanyak 272 Bendesa se-Kabupaten Gianyar diberikan pembinaan Majelis Desa Pakraman tentang Penguatan Desa Pakraman dari aspek budaya, keamanan dan kelembagaan, Rabu (14/12), di Balai Budaya Gianyar.

Pembinaan ini dimaksud sebagai bentuk penguatan eksistensi desa pakraman sebagai benteng budaya Bali, mengingat desa pakraman merupakan benteng terakhir untuk menjaga dan melestarikan seni dan budaya Bali yang dijiwai dan bernafaskan Hindu. Hal itu disampaikan Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata, dalam sambutannya yang dibawakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Wijana.

Gusti Wijana mengatakan, persoalan keamanan, ketertiban dan konflik SARA telah menguji bangsa Indonesia, tidak terkecuali di Bali. Dengan adanya empat pilar kebangsaan ditambah dengan rasa Sagilik-Saguluk Salunglung Sabayantaka, Paras-paros Sarpayana, Saling Asah, Asih, Asuh sebagai filosofi orang Bali, pihaknya harapkan agar terus dipelihara dan dipertahankan dalam menjalankan kehidupan sosial di Masyarakat.(kup)

BAGIKAN