BNI Gelar ”Economic Outlook 2017” Gambaran Situasi dan Peluang Ekonomi bagi Pelaku Usaha Bali  

87

Denpasar (Bisnis Bali) – Selama 2016, pertumbuhan ekonomi Indonesia telah mengalami perbaikan. Pemerintah bersama dengan bank sentral dan otoritas keuangan sejak September 2015 telah mengeluarkan 14 paket kebijakan ekonomi untuk memperbaiki kondisi perekonomian serta mendukung pertumbuhan investasi di Indonesia.

Selain itu, dampak amnesti pajak pada semester II/2016 akan mendorong terjadinya aliran dana dan diharapkan repatriasi dana dapat disalurkan ke sektor produktif yang tengah berkembang, seperti infrastruktur, properti, pariwisata dan pertanian.

Pembahasan mengenai prospek dan tantangan perekonomian Indonesia pada 2017 tersebut merupakan materi yang diusung oleh BNI Kantor Wilayah Bali NTB dan NTT dalam gelaran Economic Outlook 2017 di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Rabu (14/12) kemarin. Tema yang diusung dalam seminar tersebut adalah “Toward Era New Normal Growth – Menuju Pertumbuhan Ekonomi Normal yang Baru.”

Seminar dibuka Wakil Gubernur Bali yang dalam hal ini diwakili Kepala Biro Ekonomi Pembangunan Provinsi Bali I Nengah Laba dan diikuti lebih dari 160 undangan yang berasal dari kalangan birokrat, lembaga negara, BUMN, BUMD, organisasi profesi, serta pelaku usaha lainnya.

Para peserta tampak sangat antusias mendengarkan ulasan dari pakar ekonomi nasional Ryan Kiryanto yang secara jelas memberikan ulasan serta prediksi potensi ekonomi tahun depan. Dalam kesempatan tersebut BNI juga menghadirkan Ida Bagus Ngurah Wijaya seorang praktisi dan pelaku pariwisata yang akan menyampaikan berbagai isu dan perkembangan dunia pariwisata Indonesia, khususnya pariwisata Bali yang merupakan sektor unggulan dan dominan di wilayah Indonesia Bagian Timur.

Seminar tersebut juga dipandu oleh Prof. I Wayan Ramantha yang merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Udayana, dengan berbagai pengalamannya juga memberikan ulasan mengenai isu strategis di Bali.

Pemimpin BNI Kantor Wilayah Bali NTB dan NTT, AAG Agung Dharmawan mengatakan, seminar Economic Outlook merupakan agenda tahunan BNI yang rutin dilaksanakan setiap Desember. “BNI Economic Outlook kami gelar untuk memberikan gambaran situasi dan peluang ekonomi pada tahun depan, sehingga para pemangku kepentingan dan pelaku usaha dapat membuat keputusan strategis serta sekaligus mengantisipasi tantangan yang mungkin terjadi,” jelasnya.

Agung Dharmawan mengatakan, secara khusus BNI sebagai agent of development mendukung penuh program-program pemerintah yang memberikan perhatian sangat besar kepada sektor infrastruktur. Tentu peran perbankan menjadi sangat strategis mengingat sektor infrastruktur bersifat padat modal sehingga membutuhkan dukungan pembiayaan dari sektor perbankan secara optimal.

Peran dan kontribusi BNI secara regional terwakili dengan keberadaan Kantor Wilayah Bali NTB dan NTT. BNI sebagai salah satu bank papan atas di wilayah ini telah berhasil memobilisasi dana masyarakat hingga mencapai lebih dari Rp15,3 triliun dan menyalurkannya dalam bentuk pembiayaan baik sektor produktif maupun konsumtif lebih dari Rp 8,7 triliun pada posisi 30 November 2016. Untuk memberikan kemudahan dan pelayanan yang maksimal kepada nasabah dan mitra usaha dengan kondisi geografis wilayah berupa kepulauan, di wilayah ini BNI didukung oleh 97 outlet, 3 Sentra Kredit Menengah dan Usaha Kecil, Consumer and Retail Loan Center, serta 970 jaringan ATM.

“Berbagai fasilitas dan fitur produk layanan berbasis IT juga BNI hadirkan untuk mempermudah layanan kepada masyarakat,” terangnya.

Itu di antaranya BNI Cash Management, BNI Direct, BNI Kredit Digital, e-Banking, BNI Layanan Gerak, ATM Drive Thru, Outlet Weekend Banking, serta berbagai fasilitas dan layanan lainnya. Agung Dharmawan menambahkan, BNI juga terus fokus dalam mengembangkan digital banking untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang makin literated dengan teknologi informasi. Melalui sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, saat ini BNI juga gencar dalam mengembangkan e-commerce (market place) untuk mendukung pemasaran produk-produk UMKM di daerah.

Sebagai lembaga keuangan, BNI juga menyediakan layanan keuangan terpadu (BNI Financial Service Group) yang didukung oleh sejumlah anak perusahaan BNI, seperti BNI Life Insurance, BNI Syariah, BNI Multi Finance, BNI Securities, dan BNI Asset Management.

Sementara itu I Nengah Laba mengatakan, mengapresiasi upaya BNI lewat gelaran Economic Outlook 2017. Harapannya bisa memberikan arah bagi pelaku usaha di Bali mengambil keputusan pada 2017. (dik)

BAGIKAN