Gelar Lima Prioritas Pembangunan 2018, Badung Yakini Raih Indeks Kebahagiaan  

42

BUPATI Badung Nyoman Giri Prasta dalam peluncuran program pola pembangunan nasional semesta berencana (PPNSB), Selasa (13/12) kemarin memaparkan lima prioritas pembangunan di Badung. Kelimanya berupa pangan, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan.

Di sektor pangan, ujarnya, Badung sudah memetakan kebutuhan bagi masyarakat. Misalnya kebutuhan beras dan daging. Yang dipetakan berupa jumlah produksi di Badung. Jika memang kurang, Badung akan bekerja sama dengan kabupaten lain di Bali seperti Tabanan yang dikenal sebagai lumbung berasnya Bali. Demikian juga untuk daging. “Jika berlebih, tentu Badung akan menyalurkan kepada kabupaten lainnya di Bali,” tegasnya.

Khusus untuk papan, katanya, Badung akan mengalokasikan Rp 50 juta per KK untuk pembangunan rumah layak huni. Untuk 1.000 rumah, Badung baru mengalokasikan Rp 50 miliar. “Dengan program ini, pada 2017 tak ada lagi bedah rumah di Badung,” katanya.

Soal pendidikan, katanya, tahun 2016 ini, dibagikan 8.950 unit laptop untuk siswa kelas VI beserta guru pembimbingnya lengkap dengan sistem aplikasi. Selanjutnya, pada 2017, laptop akan diberikan kepada kelas V. Selain laptop, Badung juga akan memberikan pakaian seragam lengkap mulai dari sepatu, celana, baju dan sebagainya. Seragam ini akan diberikan kepada kelas I SD dan kelas 1 SMP. “Mulai 2017, kami pastikan tidak ada lagi pungutan di Badung. Jika masih ditemukan, pada saat itu pula kepala sekolahnya diberhentikan alias pecat,” tegasnya disambut tepuk tangan riuh para siswa dan hadirin lainnya.

Sementara di bidang kesehatan, Giri Prasta memastikan krama badung akan memperoleh layanan kesehatan sejak lahir, hidup, hingga meninggal. Biaya kelahiran akan ditanggung termasuk akte kelahiran, selanjutnya semasa hidup Kartu badung Sehat (KBS) bersinergi dengan BPJS. Krama yang berobat di RS Mangusada, RS-RS lainnya yang bekerja sama dengan Pemkab Badung, puskesmas, termasuk faskes atau dokter praktik swasta dipastikan gratis. Selain itu, penunggu pasien pun akan menerima bantuan sosial dari Pemkab Badung. Selanjutnya ketika meninggal, setiap warga memperoleh santunan Rp 10 juta, termasuk akte kematian dan perubahan kartu keluarga.

Pada kesempatan itu, Giri Prasta juga melakukan simulasi Kartu Badung Sehat (KBS). Begitu KBS didekatkan ke sebuah alat yang disiapkan, segala data termasuk riwayat penyakit akan terlihat. Karenanya, dengan KBS, warga tak perlu antre berlama-lama di loket RS. Dengan semua program ini, katanya, Badung mencanangkan indeks kebahagiaan pada 2018 mendatang. “Kami yakini dengan program prorakyat ini, pada 2018, Badung mencapai indeks kebahagiaan,” tegasnya. (sar/)

BAGIKAN