Koperasi Tingkatkan Kepercayaan dan Pelayanan  

14
KSU - Pemakalah Gede Suriadnyana bersama dengan pembina, pengawas dan Bamus KSU Kuta Mimba. (sta)

Mangupura (Bisnis Bali) – Koperasi khususnya simpan pinjam (KSP) sudah memiliki pasar sendiri yakni anggota. Tersedianya pasar dan berkembangnya koperasi, saat ini pengelola berbondong-bondong melakukan peningkatan pelayanan, sehingga anggota dan masyarakat lebih percaya dengan koperasi. Hal ini diungkapkan Direktur Lembaga Diklat Profesi (LDP) BaliCertif, Drs. I Gede Suriadnyana, saat sebagai pembicara dalam acara penguatan leadership melalui Diklat Peningkatan Kualitas SDM Koperasi Kuta Mimba dan Pembentukan Team Work Building baru-baru ini di aula koperasi setempat.

Kegiatan ini diikuti pembina, penasehat, pengawas, pengurus, bamus dan jajaran manajemen dan pengelola KSU Kuta Mimba.

Dalam makalahnya “inside the giant leap” membangun iklim kepemimpinan menciptakan energi positif, Suriadnyana menyebutkan Koperasi Kuta Mimba mau diarahkan ke mana, sehingga dapat membangun energi positif. Dan ke depan terus berkembang dan mampu membangun ekonomi bangsa. Di Bali, KSU Kuta Mimba sudah masuk 10 koperasi besar.  ”Dalam mengelola koperasi jarang ada yang sejak berdiri berjalan mulus.  Pasti saja ada pasang surutnya. Hanya saja ada yang mengalami kemajuan lebih lancar dibandingkan hambatannya. Dan sebaliknya, maka itu pengelola dan anggota koperasi mesti memahami perkoperasian dengan benar. Di samping itu juga dalam manajemen selalu mengacu pada perundang-undangan koperasi. Seperti Koperasi Kuta Mimba yang berdiri tahun 1983 dengan anggota 89 orang berangkat mulai dari serba kecil. Dan sempat hampir bangkrut. Namun, karena tekad dan semangat pengelola tinggi dan mendapat kepercayaan dari anggota dan masyarakat maka sampai saat ini berkembang pesat,” katanya.(sta)