Kontrol Lebih Efektif BKS LPD Buleleng Berikan Pelatihan ”IT Core Banking”  

18

Singaraja (Bisnis Bali) –  Guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah serta meminimalisir kesalahan dalam menginput data transaksi meliputi transaksi kas masuk dan keluar, non kas dan laporan, sejumlah staf lembaga perkreditan desa (LPD) diberikan pelatihan IT Core Banking yang merupakan program dari Badan Kerjasama (BKS) Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Bali bekerja sama dengan PT USSI Bandung yang diwakili perwakilan tenaga TI dari PT USSI Kabupaten Buleleng. Hingga saat ini sudah sebagian besar LPD di Buleleng memakai program perorangan akan tetapi saat ini lebih dimantapkan melalui programmer dari PT USSI dengan memanfaatkan teknologi yang makin  berkembang dan menjadikan pengelolaan keuangan lebih transparan. Dengan diterapkannya pelatihan kepada seluruh pengurus berserta staf LPD ini, nantinya diharapkan mampu menciptakan sistem transaksi yang lebih canggih, akurat, tranparansi dan terkontrol.

Pelatihan IT Core Banking yang baru pertama kali dilaksanakan di sejumlah LPD di Kabupaten Buleleng ini dimulai dari LPD Desa Adat Ambengan, Kecamatan Sukasada Buleleng, selama tiga hari, 10-12 Desember 2016 dengan melibatkan seluruh pengurus beserta staf di LPD yang dilaksanakan di lantai tiga Gedung LPD Desa Adat Ambengan.

Pelatihan yang berlangsung dari pukul 08.30 Wita ini dihadiri langsung oleh pengawas internal LPD Desa Adat Ambengan I Putu Sedhana, S.Pd., yang juga Kelian Adat Desa Pakraman Ambengan, Kepala BKS LPD sekaligus sebagai Kepala LPD Desa Adat Ambengan I Made Nyiri Yasa, S.Sos., M.MA., dan I Gusti Ngurah Candrayadhi perwakilan tenaga TI dari PT USSI Bali.

Menurut Pengawas Internal LPD Desa Adat Ambengan, I Putu Sedhana, S.Pd., pihaknya menyambut baik program IT Core Banking ini serta diharapkan pelatihan ini diadakan secara berkala dalam bentuk pemantapan. “Kita tidak boleh lepas dari perkembangan dan perkembangan itu harus kita ikuti dan saya sangat mengapresiasi untuk program pelatihan yang tidak hanya diberikan kepada kepala dan staf tata usaha saja akan tetapi ini diberikan kepada semua kru LPD dan nantinya pelatihan ini supaya belanjut agar ketika harus dilanjutkan oleh generasi yang sekarang atau ketika mereka akan menerima estafet kepemimpinan supaya sudah tahu dengan TI intinya sangat setuju kegiatan ini yang mampu memotivasi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pihaknya yang juga sebagai Kelian Adat di Desa Pakraman Ambengan ini tidak henti-hentinya memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar menabung di LPD melalui paruman desa. “Melalui sosialisasi yang terus kami gaungkan dalam rapat atau paruman desa hinga ini animo masyarakat sudah cukup tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kerjasama (BKS) LPD Kabupaten Buleleng, I Made Nyiri Yasa, S.Sos., M.MA., mengatakan tujuan dilakukannya pelatihan ini tidak lain untuk melakukan kontrol lebih efektif dengan sistem IT Core Banking, di mana tiap hari data atau transaksi akan terkontrol termasuk perkiraan masing masing neraca baik kredit, tabungan, deposito, bank dan arus kas. Selain itu manfaat bagi staf serta pengurus LPD ketika sudah mampu maksimal dalam mengoperasikan program baru ini semua bisa dideteksi dalam satu hari apabila ditemukan kekeliruan dalam input data atau tidak cocok antara data manual dan data pada IT Core Banking tersebut sehingga dapat mengetahuinya lebih dini. “Kerja sama antar BKS LPD Bali dengan PT USSI Bandung ini sudah lama dilakukan, khusus untuk Kabupaten Buleleng kami mengharapkan kepada BKS Bali agar tiap kabupaten/kota ada putra daerah untuk di-SK-kan sebagai tenaga TI dari IT Core Banking secara tetap untuk mendampingi. Artinya jika terjadi kekeliruan atau error bisa segera ditangani oleh tenaga tersebut dan merupakan penyambung lidah dari tenaga PT USSI,” ungkapnya.

Ia mengatakan, program ini diharapkan bisa diterapkan pada awal 2017 ini. Hari pertama pihaknya memantau perkembangan yang cukup signifikan di mana penguasaan dalam pengoperasian program IT Core Banking ini sudah mencapai 75 persen. “Kita sekarang tinggal melatih kebiasaan, kita selalu mengontrol apa yang dilakukan maka dari itu kami mohon pendamping dari tenaga TI sampai kita benar benar klop baru kami siap mandiri,” katanya.

Sementara itu, menurut I Gusti Ngurah Candrayadhi tenaga dari PT USSI Bali menambahkan  IT Core Bangking ini lebih terfokus pada sistem administrasi dan transaksi. Di Buleleng sudah banyak LPD yang telah memakai sistem ini akan tetapi alangkah baiknya bila ditingkatkan  supaya lebih efektif. “LPD Ambengan sebenarnya sudah memakai program Core sejak 1992 hanya saja Kepala LPD perlu menyesuaikan dengan situasi sekarang ini karena dengan IT Core Banking ini nantinya nasabah bisa melihat saldo rekeningnya melalui ponselnya. (ira/)

BAGIKAN