Proses tender proyek APBD di Kota Denpasar yang dilakukan secara ketat dan responsif diapresiasi positif kalangan rekanan khususnya yang tergabung dalam Gabungan Pelaksana Konstruksi (Gapensi Denpasar). Namun demikian, adanya sejumlah risiko yang harus ditanggung rekanan dalam proses pelaksanaan proyek yang tersendat akibat atau sebagai dampak atas  peraturan yang dibuat pemerintah daerah, diharapkan hal tersebut tetap mempertimbangkan kesetaraan dalam menanggung risiko proyek sehingga tak hanya jadi tekanan bagi rekanan.

PROSES tender proyek konstruksi di Denpasar selama ini dinilai telah berjalan dengan baik. Harga-harga ditinjau secara selektif oleh panitia pun syarat tender yang ketat. Pemenang tender pun sudah wajar dan responsif. Ini diharapkan semua rekanan karena proses tender yang ketat dan transparan akan menghasilkan kualitas layanan bermutu bagi pengguna jasa yakni masyarakat. Itu karena proyek-proyek infrastruktur umum seperti jalan, dan lainnya manfaatnya akan dirasakan masyarakat luas.

Kendati  demikian, bukan berarti tak ada persoalan yang dihadapi rekanan dalam proses pelaksanaan pekerjaan. Secara umum proses tender yang sudah mulai Desember atau awal tahun pada Oktober harus sudah selesai sehingga November-Desember sudah tenang. Artinya, adanya 50 hari tambahan waktu bagi rekanan bisa dimanfaatkan dengan baik dalam menyelesaikan pekerjaan. Namun kadang di lapangan adanya situasi tertentu bisa membuat rekanan berada dalam kondisi dilematis. Contohnya terkait larangan galian C di Sibetan dan daerah sekitarnya di Karangasem. Karena surat edaran pemerintah daerah (pemda) itu diterapkan pertengahan tahun, jadi ada kesan kurang paham atau mengada-ada karena dampaknya sangat fatal bagi keberlangsungan pekerjaan rekanan. Bayangkan Juni-Juli yang merupakan bulan-bulan speed tinggi pelaksanaan proyek tiba-tiba direm mendadak dengan terganggunya suplai material tentu ini akan bisa mengganggu capaian target proyek. Kalau sebelumnya dalam satu hari suplai pasir dan lainnya dua-tiga truk akibat peraturan yang tiba-tiba itu dalam dua hari pasokan material hanya sekali. Sampai saat ini diakuinya rekanan anggota Gapensi memang ada yang belum capai target namun tak sampai kena blacklist. (gun)

BAGIKAN