Agrowisata Kopi Luwak Janjikan Kesejahteraan di Kalangan Petani

11
LUWAK. Seorang pekerja memberi pakan kopi untuk luwak

JALAN-JALAN di agrowisata kopi luwak, para wisatawan dapat melihat keindahan alam sambil menikmati cita rasa kopi luwak yang sangat nikmat. Untuk menikmati secangkir kopi luwak yang asli memang tidak murah.
Secangkir kopi luwak rata-rata dibanderol Rp 50 ribu. Nilai ekonomis yang cukup tinggi ketimbang kopi biasa di warung yang hanya Rp 2 ribu atau kopi di coffee shop yang berkisar Rp 15 ribu – Rp 25 ribu. Ini tentunya akan mendatangkan keuntungan besar bagi para petani kopi.
Agrowisata yang merupakan salah satu implementasi perpaduan antara sektor pertanian/perkebunan dan sektor pariwisata, tentunya mampu memberikan keuntungan besar bagi petani. Sektor perkebunan dalam hal ini kopi luwak memiliki potensi dan peluang menjanjikan sebagai daya tarik wisata.
Namun di sini diperlukan kelihaian petani, kecermatan pengusaha dan peran pemerintah untuk pengembangan kepariwisataan. Yang namanya kopi dan luwak pada dasarnya merupakan keunikan, tinggal mengembangkan sebagai product style pariwisata.
“Saya pikir para pengusaha atau praktisi pariwisata yang bergerak di bidang ini sudah memiliki action plan untuk pengembangan ke depan. Permasalahannya adalah bagaimana sinergitas dengan petani kopi,” kata Antropolog PS S1 Destinasi Pariwisata, Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana I Gst. Ag. Oka Mahagangga. (pur)

BAGIKAN