Teliti Sebelum Membeli  Obat Tradisional Mengandung BKO Marak di Pasaran

7
beberapa jenis obat dan kosmetik yang disita BBPOM (wid)

Denpasar (Bisnis Bali) – Terkait dikeluarkannya public warning oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap produk yang mengandung bahan kimia obat (BKO), masyarakat diimbau berhati-hati dan secara teliti memilih obat yang beredar di pasaran. Terutama pada obat tradisional (OT)  yang saat ini juga beredar di Bali.

Dalam jumpa pers yang diselenggarakan,  Senin (5/12) lalu,  Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar, Endang Widowati mengatakan, penggunaan OT oleh masyarakat terkadang belum dipahami secara pasti. Masyarakat biasanya mengingikan kasiat yang cepat dalam penggunaan obat yang merupakan hasil dari campuran bahan alami ini.

Padahal campuran bahan-bahan alami yang terdapat pada OT memberikan efek kerja yang lebih lama dibandingkan dengan obat kimia.
“Justru,  jika obat alami memiliki kasian yang cepat,  perlu diwaspadai karena memungkinan ditambahkan bahan kimia pada obat tersebut,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan,  penambahan BKO ini akan membahayakan pada kesehatan manusia yang seringkali pemberian BKO pada OT tidak terukur.  Endang menjelaskan, BKO yang teridentifikasi dicampur ke dalam produk OT didominasi oleh Sildenafil dan turunnya,  yang memiliki kegunaan mengobati disfungsi ereksi dan hipertensi arteri pulmonal, atau ereksi pada pria. (wid)

BAGIKAN