Serius Tangani Masalah Sosial di Tabanan 2017, Bupati Eka Bangun Panti Jompo  

10
Bupati Eka saat meresmikan bedah rumah salah satu Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Tabanan. (man/)

Tabanan ( Bisnis Bali ) – Bupati Tabanan tidak mau setengah hati memerangi masalah sosial di Kabupaten Tabanan. Tidak tanggung-tanggung, di 2017 mendatang Pemkab Tabanan berencana membangun Panti Jompo yang akan dikelola oleh Dinas Sosial berbentuk UPTD.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Eka, saat meresmikan bedah rumah salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tabanan, Dewa Ketut Amaya, Selasa (6/12), di Desa Subamia, Kecamatan Tabanan.

Bantuan bedah rumah yang diterima Dewa Ketut Amaya dan bantuan bedah kamar yang diberikan kepada Nyoman Astika, dari Banjar Tegal Ambengan, Desa Sudimara, merupakan bentuk kepedulian DWP Provinsi Bali bekerja sama dengan DWP Kabupaten Tabanan.

Selain itu, mereka juga menerima bantuan celengan Ayo Peduli yang merupakan bentuk kepedulian dari SKPD di Pemkab Tabanan.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Perwakilan dari DWP Pusat, Ketua DWP Provinsi Bali Ny. CIA Pemayun, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Ketua DWP Kabupaten Tabanan Ny. Putriningsih Wirna, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan Made Subagia dan Kepala BPMPD Kabupaten Tabanan Gusti Nyoman Arya Wardana.

Menurut Bupati Eka, di masa kepemimpinannya telah banyak program sosial yang digulirkan, dan yang paling dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat adalah bantuan bedah rumah.

Menurutnya, program ini merupakan program unggulan yang tidak harus dilakukan oleh Pemkab saja, namun seluruh stakeholder termasuk DWP juga bisa menunjukkan kepeduliannya melalui program ini.

“Jujur saya sangat terharu melihat kondisi salah satu ASN kita di Tabanan. Saya mengucapkan terima kasih dan syukur atas kepedulian yang diberikan oleh DWP Provinsi Bali dan DWP Kabupaten Tabanan serta salah satu dinas kami yang menunjukkan kepeduliannya kepada Dewa Amaya. Mudah-mudahan bantuan ini mampu meringankan bebannnya,” ungkap Bupati Eka.

Pihaknya memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepeduliannya kepada ASN di Kabupaten Tabanan yang masih belum bisa dikategorikan hidup layak. Bantuan bedah rumah ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan kepada Dewa Amaya beserta keluarga.

“Meskipun sudah menjadi ASN, ternyata Dewa Amaya tidak seberuntung yang lainnya. Selama ini dia dan keluarga menempati rumah kurang layak. Kami mengucapkan terima kasih kepada DWP Provinsi Bali dan Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan atas bantuannya,” ungkapnya.

Pihaknya mengajak seluruh stakeholder untuk ikut membangun Tabanan, tidak terkecuali DWP. “Perhatian yang diberikan seluruh pihak terutama dari DWP Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan merupakan sebuah bukti bahwa organisasi ini telah menjalankan misi kemanusiannya. Saya dukung penuh misi yang dijalankan oleh DWP, dan berharap bisa menjadi inspirasi bagi yang lain,” imbuhnya.

Ditambahkan, untuk pembangunan panti jompo yang rencananya akan dianggarkan di APBD Induk 2017, hal ini merupakan program terbaru di bidang sosial yang dilaksanakan oleh Pemkab Tabanan. di Panti Jompo ini nantinya akan menampung lansia yang hidup sebatang kara dan tidak memiliki kerabat.

“Merasakan hidup layak adalah hak dari setiap warga Tabanan, kami ingin mereka juga merasakan hidup nyaman dan bahagia di usia senjanya. Kalau bukan kita, siapa lagi nanti yang peduli dengan mereka, ayo kita bersama-sama mewujudkan program ini agar segera terealisasi,” imbuhnya.

Menurut Bupati Eka, kepedulian yang ditunjukkan kepada sesama terutama bagi mereka yang kurang mampu merupakan salah satu cara untuk menabung karma baik, dan sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk bisa berbagi, karena apa yang kita miliki saat ini hanya titipan Tuhan untuk kita berikan bagi mereka yang belum beruntung. “ Sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk berbagai kepada sesama, karena itu salah satu cara kita untuk menabung karma baik,” imbuhnya.

Sementara Ny. CIA Pemayun mengatakan, bantuan bedah rumah ini merupakan bedah rumah kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Karangasem yang menyasar ASN Golongan I dan II yang belum mempunyai rumah layak huni.

“Kami berharap bantuan ini bermanfaat dan bisa menjadi program unggulan bagi DWP. Kami juga bangga karena DWP Provinsi Bali menjadi pioneer penyelenggara program bedah rumah dan mendapat apresiasi dari DWP Pusat,” ujarnya.

Ny. Putriningsih Wirna mengatakan, bantuan bedah rumah  ini dibantu penuh oleh DWP Provinsi Bali, namun untuk keperluan listrik, air dan lainnya merupakan urunan dengan sesama anggota DWP Kabupaten Tabanan. Selain bantuan bedah rumah untuk Dewa Ketut Amaya, DWP juga memberikan bantuan bedah kamar untuk Nyoman Astika dari Banjar Tegal Ambengan Desa Sudimara.

“Sesuai dengan visi dan misi DWP dan program kerja,  kami harus mengutamakan  anggota yang kurang mampu. Kami mengucapkan terima kasih kepada DWP Provinsi Bali atas kepeduliannya kepada anggota kami,” tandasnya. (man/)