Tingginya intensitas hujan yang turun berdampak pada menurunnya jumlah produksi tanaman sayur di tingkat petani sekarang ini. Namun menariknya, kondisi tersebut malah memberi berkah tersendiri bagi petani sayur, khususnya petani di Desa Pemuteran Candi Kuning Bedugul yang merupakan salah satu sentra penghasil tanaman hortikultura di Kabupaten Tabanan untuk memenuhi kebutuhan di Bali dan antarpulau. Apa sebabnya?

KONDISI curah hujan yang tinggi terjadi sebulan terakhir telah berdampak buruk pada sejumlah komoditi pertanian hortikultura. Sebut saja, sayur hijau, sawi, seledri, dan kol adalah beberapa komoditi yang terkena dampak dari cuaca buruk ini. Betapa tidak, tingginya tingkat curah hujan telah membuat produksi yang dihasilkan para petani sayur menjadi menurun tajam akibat tingginya risiko kematian tanaman akibat busuk daun dan penyakit pada musim penghujan.
Kondisi tersebut membuat harga sebagian besar produk hortikultura yang diperdagangkan di pasar tradisional mengalami lonjakan dari biasanya. Contohnya, harga sayur kol yang sebelumnya diperdagangkan di kisaran Rp 4.000 per kg-Rp 5.000 per kg, kini naik menjadi Rp 9.000 per kg. Begitu pula untuk jenis sayur hijau yang sebelumnya ditransaksikan di level Rp10.000 per kg, kini naik menjadi Rp13.000 per kilogram. Kol yang biasanya Rp 7.000 per kilogram,  saat ini meningkat menjadi Rp 9.000 per kg.
Bercermin dari fenomena tersebut salah seorang petani sayur asal Desa Pemuteran Candikuning, Bedugul Kabupaten Tabanan, Wayan Ada mengungkapkan, memang kondisi cuaca ini kurang menguntungkan untuk menghasilkan produksi sayur yang berkualitas. Tidak itu saja, ia mengakui kondisi curah hujan yang tinggi membuat petani sayur harus rela mengeluarkan dana lebih hanya untuk masalah perawatan.
“Berbeda dengan musim kemarau, pada musim hujan perlakuan tanaman agak lebih berat. Sebab, tanaman sayur sangat rentan mengalami kebusukan pada musim hujan ini ketimbang musim kemarau lalu. Terkait itu, kami pun harus mengeluarkan biaya lebih untuk perawatan tanaman selama musim hujan ini,” tuturnya.(man)

BAGIKAN