Bupati Agung Bharata Ajukan RAPB 2017  

17
Bupati Gianyar menyampaikan pengantar RAPBD Kabupaten Gianyar 2017, pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten masa persidangan III 2016, di Gedung DPRD Gianyar, Selasa (6/12). (kup/)

Gianyar (Bisnis Bali) – Bupati Gianyar, Anak Agung Gede Agung Bharata, menyampaikan pengantar RAPBD Kabupaten Gianyar 2017, pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten masa persidangan III 2016, di Gedung DPRD Gianyar, Selasa (6/12). Rapat dipimpin Wakil Ketua DRPD Kabupaten Gianyar, I Ketu Jata.

Dalam pengantarnya, Bupati Agung Bharata menyampaikan dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2017, pelaksanaan pembangunan Kabupaten Gianyar diprioritaskan dalam memantapkan pelayanan publik dengan meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, melalui peningkatan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat Gianyar melalui sinergitas pembangunan desa dan daerah guna mewujudkan Gianyar Bagus.

Seperti, pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, infrastruktur, ketahanan pangan, peningkatan kreatifitas inovasi, teknologi, pariwisata, kebudayaan dan ekonomi, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, reformasi birokrasi, hingga tata pemerintahan yang baik dengan ketentraman dan ketertiban.

Bupati Agung Bharata menyampaikan, dalam rancangan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2017, Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp 1,747 triliun lebih, terdiri dari  Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp 610,218 miliar lebih atau 34,91 persen. Dana Perimbangan direncanakan sebesar Rp 954,905 miliar lebih atau 54,63 persen, dan lain–lain. Pendapatan daerah yang sah direncanakan sebesar Rp 182,730 miliar lebih atau 10,45 persen.

Rencana PAD dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2017, dibandingkan PAD Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 448,142 miliar lebih, mengalami peningkatan sebesar Rp 162,076 miliar lebih atau 36,17persen.  Perencanaan ini dibuat dengan mempertimbangkan potensi riil sumber pendapatan, realisasi pada tahun sebelumnya dan tingkat pertumbuhan ekonomi.

Struktur PAD masih didominasi oleh rencana penerimaan dari pajak daerah, dengan tetap mengupayakan intensifikasi penerimaan diluar pajak daerah seperti retribusi daerah dan hasil perusahaan milik daerah.

Dana Perimbangan dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2017 direncanakan sebesar Rp 954,905 miliar lebih, yang bersumber dari dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus.

Lain–lain pendapatan daerah yang sah dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2017 direncanakan sebesar Rp 182,730 miliar lebih, yang bersumber dari dana bagi hasil pajak dari provinsi, dana penyesuaian dan otonomi khusus, serta bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah Lainnya.

Selanjutnya Belanja Daerah dalam Rancangan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2017, direncanakan sebesar Rp 2,082 triliun  lebih, yang terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar  Rp 1,130 triliun lebih atau 54,30 persen dan Belanja Langsung sebesar Rp 951,829 miliar lebih atau 45,70 persen.

BelanjaTidak Langsung terdiri dari Belanja Pegawai sebesar  Rp 805,444 miliar lebih atau 71,23 persen dan belanja lainnya sebesar  Rp 325,298 miliar lebih atau 28,77persen.

Sedangkan Belanja Langsung, terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp 55,623 miliar lebih atau 5,84 persen, Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp 383,837 miliar lebih atau 40,33 persen dan Belanja Modal  sebesar  Rp 512,368 miliar lebih atau 53,83 persen.

Defisit anggaran dalam Rancangan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp 334,718 miliar lebih. Hal ini terjadi karena  rencana belanja untuk membiayai sektor prioritas seperti tersebut diatas, lebih besar dibandingkan dengan proyeksi rencana pendapatan. Namun defisit anggaran 2017 tersebut akan dapat ditutupi, terutama bersumber dari penerimaan pinjaman daerah dan sisa lebih perhitungan anggaran 2016 yang saat ini sedang berjalan.

Pengeluaran pembiayaan dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2017, direncanakan sebesar Rp 21,345 miliar lebih, yang meliputi Penyertaan modal dan pembayaran pokok utang. (kup/)