BUMDes Terjun Stabilkan Harga Kopi  

45

PARA petani kopi di Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan selama ini memasarkan kopi secara gelondongan tanpa diolah terlebih dahulu. Dengan begitu, dari segi harga, petani kerapkali dipermainkan oleh para pengepul.
Menyiasati kondisi tersebut, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sri Sedana, berupaya membantu para petani di samping mencari keuntungan untuk membangkitkan perekonomian desa. Dengan menggunakan mesin sederhana BUMDes Sri Sedana memproduksi kopi bubuk untuk dipasarkan. “Kopi kami produk baru sehingga agak sulit untuk memasarkannya. Kami membuat nama kopi yang unik untuk menarik minat konsumen yaitu kopi Leak Bali,” kata I Nyoman Wintara, Perbekel Desa Munduk Temu yang sekaligus sebagai komisaris BUMDes. Dengan dikelolanya hasil produksi kopi petani dari 5 kelompok tani di Munduk Temu, para petani kopi dapat terhindar dari permainan harga yang dilakukan para tengkulak. Dengan demikian, para petani dapat menikmati kerja kerasnya dengan lebih baik. Selain itu desa juga memiliki sumber penghasilan untuk melakukan pembangunan di desa.
“Biasanya saat panen dan tahun ajaran baru, harga kopi pasti turun. Dengan adanya BUMDes, harga kopi menjadi stabil dan petani tidak dirugikan,” tukasnya.(pur)

BAGIKAN