November 2016 Inflasi Perdesaan di Bali lebih Rendah dari Nasional  

16
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, Adi Nugroho.

Denpasar (Bisnis Bali) – Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat, Pulau Dewata mengalami inflasi perdesaan 0,50 persen pada November 2016 lalu. Hal sama juga terjadi di hampir seluruh provinsi di Indonesia dengan capaian inflasi yang beragam periode sama.

Kepala BPS Bali, Adi Nugroho di Denpasar, Senin (5/12) kemarin mengungkapkan, inflasi perdesaan disebabkan oleh  naiknya  rata-rata  harga  hampir  di  semua  kelompok  komoditas, yakni  kelompok  bahan makanan  mencapai 0,89  persen,  makanan  jadi,  minuman,  rokok  dan  tembakau 0,48  persen. Selain itu, inflasi juga terjadi pada kelompok perumahan 0,09 persen,  sandang  0,54  persen,  kesehatan  0,41  persen  serta  pendidikan,  rekreasi  dan  olah  raga  mencapai 0,16 persen.

Imbuhnya, periode sama hanya kelompok  transportasi  dan komunikasi  tercatat alami deflasi  perdesaan mencapai 0,02  persen.
“Secara  umum,  komoditas  penyumbang  inflasi  pada  November  2016,  antara  lain  cabai rawit,  bawang  merah,  bawang  putih,  rokok  putih  filter,  buncis,  dan  cabai  merah,” tuturnya.  (man)

BAGIKAN