Pergantian tahun tinggal beberapa minggu lagi. Prospek pasar otomotif, terutama roda empat pada 2017 mendatang, diprediksi oleh sejumlah pebisnis otomotif tidak secerah tahun-tahun sebelumnya. Apa penyebabnya?

ADANYA krisis global saat ini serta adanya kenaikan nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) yang terjadi setiap awal tahun dengan kenaikan 5-10 persen setiap tahunnya, cukup menghantui prospek pasar otomotif pada 2017.

Menurut General Manager Kia Bali, Dodi Dikariawan, dampak krisis ekonomi global yang terjadi di AS dan Eropa, cukup membayangi produksi dan penjualan otomotif di Indonesia khususnya di Bali pada  2017 mendatang. “Krisis ekonomi AS dan Eropa menyebabkan likuiditas keuangan ketat, sehingga harga produk naik dan bahan material mahal,” katanya.

Selain itu, pasar mobil tahun mendatang akan dihambat kenaikan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) khususnya pada NJKB oleh pemerintah daerah yang kenaikannya 5-10 persen tiap tahunnya.

Menurutnya, kenaikan NJKB ini  jelas akan menaikkan harga kendaraan bermotor terutama yang baru. Misalnya, kenaikan pajak 10 persen akan berdampak pada kenaikan harga kendaraan yang cukup besar. Harga kendaraan saat ini belum sepenuhnya menyesuaikan kenaikan harga bahan baku. ”Apakah konsumen bisa menerima, misalnya harga mobil yang biasanya Rp 200 juta per unit, naik menjadi Rp 220 juta akibat kenaikan pajak,” katanya.(aya)