Cuaca Buruk, Nelayan di Tabanan Bergairah Melaut

10

Tabanan (Bisnis Bali) – Cuaca buruk ditandai dengan tingkat curah hujan yang tinggi, tak berdampak pada menurunnya animo nelayan di Kabupaten Tabanan untuk melaut. Nelayan di daerah lumbung beras ini justru makin bergairah di tengah cuaca buruk ini, seiring dengan musim panen ikan layur dan diperbolehkannya perdagangan lobster di atas 100 gram oleh Pemerintah Provinsi Bali per November 2016 lalu.

“Musim hujan ini belum berdampak signifikan pada tingginya gelombang laut, bahkan kondisi tersebut masih terjadi hingga seminggu ke depan. Bercermin dari kondisi tersebut saya menghimbau kepada nelayan di Tabanan untuk melakukan penangkapan ikan, namun tetap berhati-hati karena hujan masih berpeluang untuk terjadinya angin kencang,” tutur Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tabanan, I Ketut Arsana Yasa, Senin (5/12).

Ia menerangkan, secara umum gairah nelayan di Kabupaten Tabanan mulai bangkit kembali sekarang ini. Selain faktor cuaca dan musim panen ikan khususnya layur menjadi salah satu komoditi konsumsi di pasar lokal dan ekspor yang mulai terjadi sekarang ini.

Imbuhnya, kondisi tersebut didukung dengan di atensinya harapan dari nelayan lobster yang sebelumnya keberatan dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) 2015 terkait pembatasan size lobster per November 2016 lalu.(man)

BAGIKAN