Revitalisasi dan Pengawasan  Wujudkan Koperasi Tangguh

26

Denpasar (Bisnis Bali) –Pengawasan koperasi bertujuan untuk mewujudkan koperasi yang kuat, sehat, mandiri, tangguh dan berdaya saing sesuai jati diri koperasi. Demikian diungkapkan Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM RI, Ir. Agus Muharram didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bali, I Dewa Nyoman Patra, S.H., M.H., belum lama ini.

Ia mengatakan, ketentuan penjabaran Perpres 62/2015 pasal 24 tentang terbentuknya Deputi Pengawasan yang bertugas menyelenggarakan perumusan kebijakan, serta koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan peningkatan kepatuhan perundang-undangan. Pemeriksaan kelembagaan koperasi, pemeriksaan usaha simpan pinjam, penindakan dan penilaian kesehatan usaha simpan pinjam. Ketentuan penjabaran Perpres tersebut diatur dalam Permenkop dan UKM No 8/2015. Di samping itu juga Permenkop dan UKM No 17/2015 tentang pengawasan koperasi menjadi dasar hukum positif dalam rangka mewujudkan koperasi yang kuat, sehat, mandiri, tangguh dan berdaya saing sesuai jati diri koperasi. Melalui peningkatan akuntabilitas, kepercayaan kepatuhan, keseimbangan dan memberi manfaat yang sebesar-besarnya kepada anggota dan masyarakat.

Ia menegaskan, berdasarkan pengawasan koperasi, beberapa program dan kegiatan dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM, yaitu arah kebijakan dan program dalam upaya mendukung percepatan pembangunan koperasi kedepan sebagaimana mandat dan arahan Presiden RI kepada Kementrian Koperasi dan UKM, di antaranya melaksanakan revitalisasi dan penataan serta pembaharuan kembali organisasi koperasi melalui kegiatan aksi reformasi koperasi. Kementerian Koperasi dan UKM sudah melaksanakannya mulai 2015, meliputi rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan.(sta)

BAGIKAN