Program Sejuta Rumah di Bali, Sebatas Angan?

32
gun MURAH - Rumah murah amat diharapkan MBR dalam program sejuta rumah.

Program sejuta rumah mulai dilaksanakan pertengahan 2015 silam. Tujuan positif untuk mengurangi backlog perumahan khususnya bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Alokasi dana dari APBN pun ditingkatkan setiap tahunnya untuk program tersebut. Bagaimana realisasinya?

BALI mendukung program nasional tersebut dengan menargetkan membangun 1.000 unit yang disebar di beberapa kabupaten yang masih berpeluang memperoleh harga dasar lahan relatif murah. Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Bali, I Gusti Made Aryawan meminta pemerintah agar rumah bisa dijual Rp 200 juta per unit dengan luas lahan bisa kurang dari satu are.

Sejumlah kabupaten di Bali yang diprioritas untuk membangun rumah bersubsidi tersebut yakni Buleleng, Jembrana, Karangasem, dan Tabanan. Daerah lain Badung dan Kota Denpasar sudah tak memungkinkan karena harga lahan sudah melambung tinggi.

Proyeksi pembangunan rumah bersubsidi tersebut yakni 200 rumah di Buleleng, 200 rumah di Jembrana, 200 di Karangasem dan 400 rumah di Tabanan. Saat ini beberapa proyek tengah jalan dan ada yang sudah dipasarkan.
Orientasi pasar rumah murah ini juga tak hanya kalangan pegawai negeri sipil (PNS) dan TNI/Polri. Namun masyarakat pelaku usaha kecil menengah (UKM) seperti pedagang pasar, nelayan, dan lainnya juga dinilai potensial.(gun)

BAGIKAN