Disparda Denpasar Jadi Bapak Angkat Kelurahan Dangin Puri Tekan DBD, Dangin Puri Gelar Gema Petik

14
Wali Kota Denpasar, Rai Mantra sedang menabur abate di kolam ikan SDN 26 Dangin Puri. (sta/)

Denpasar (Bisnis Bali) – Kasus Demam Berdarah (DBD) di seluruh Indonesia semakin meningkat. Di Denpasar untuk mewujudkan bebas dari penyakit DB ini, Kelurahan Dangin Puri Kecamatan Denpasar Timur melaksanakan pencanangan Gerakan Mandiri Pemantau Jentik (Gema Petik), Sabtu (3/12) lalu, di Balai Banjar Kayumas Kelod.

Acara ini dihadiri Wali Kota Denpasar, IB Rai D Mantra, Kadis Pariwisata Kota Denpasar, Wayan Gunawan, Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. Luh Gede Sri Armini dan Camat Denpasar Timur, Dewa Made Puspawan.

Dalam kegiatan ini, Wali Kota Denpasar, IB. Rai Mantra menyerahkan bubuk abate dan senter secara simbolis kepada warga masyarakat, dilanjutkan menabur bubuk Abate ke rumah warga dan SDN 26 Dangin Puri. Rai Mantra juga mengajak seluruh masyarakat Denpasar untuk selalu peduli dengan kebersihan lingkungan.

Apalagi sekarang terjadi musim hujan akan memicu terjadinya peningkatan kasus DBD. ‘’Seluruh warga Kota Denpasar agar meningkatkan kegiatan bersih lingkungan,’’ jelasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, I Wayan Gunawan menegaskan, sebagai bapak angkat Kelurahan Dangir Puri yang memiliki 7 lingkungan ini, secara rutin setiap minggu pada hari Jumat diajak kegiatan bersih-bersih.

‘’Ini merupakan program Pemerintah Kota Denpasar melalui Wali Kota, Rai Mantra, untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih,’’ katanya. Salah satu kegiatan saat ini, melakukan sosialisasi Gema Petik yang dilaksanakan di Balai Banjat Kayu Mas Kelod.
Camat Denpasat Timur, Dewa Made Puspawan mengakui, Denpasar Timur ada 7 desa dan 4 kelurahan. Belakangan ini Dari 11 desa dan kelurahan tersebut dalam satu hari rata-rata ada kasus DB 1 sampai 3 orang, termasuk paling rendah dibandingkan kecamatan lainnya di Denpasar.  ‘’Karena sekarang hingga April tahun depan musim hujan,’’ jelasnya.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. Luh Gede Sri Armini menegaskan, Gema Petik sangat efektif menekan kasus DBD.

‘’Peran masyarakat yang paling utama, karena pemerintah tidak bisa menjangkau keseluruh lingkungan yang ada,’’ katanya.  Untuk itu, lanjutnya, perlu adanya kemandirian masyarakat dalam membersihkan lingkungannya masing-masing.
”Gerakan ini sangat membantu pemerintah dan masyarakat secara keseluruhan. Kami berharap kegiatan ini dapat diikuti di seluruh desa/kelurahan se-Kota Denpasar,’’ jelasnya.

Memberantas jentik nyamuk, katanya, pemerintah telah menyediakan bubuk abate secara gratis. ‘’Masyarakat dapat mencari di setiap Puskesmas di wilayahnya masing-masing,” katanya.
Ketua panitia sekaligus Plt. Lurah Dangin Puri, IB Alit  Kertiyasa menjelaskan, gerakan ini untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam upaya menekan jumlah kasus DBD dan kematian.

‘’Juga memandirikan masyarakat dalam  pencegahan dan mengendalikan kasus DBD mulai dari rumahnya masing-masing,’’ katanya.
Lanjutnya, selama air tergenang dan ada larvanya, maka sampai anak cucu kita akan berisiko terkena DBD.

‘’Upaya Gema Petik ini perlu kita gaungkan kemasyarakat di Kelurahan Dangin Puri dan untuk itu kita buktikan seperti kegiatan hari ini,’’ ujarnya sambil menyebutkan pihaknya bertugas mencegah atau membasmi DBD dengan cara 4 M-Plus, yakni  menguras, menutup, mendaur ulang dan memantau jentik.

Dibentuk Jumantik Mandiri, artinya setiap rumah ada petugas jumantiknya. Jumantik Mandiri ini yang bertugas membersihkan lingkungan rumahnya, serta untuk memaksimalkan tugasnya, semua jumantik mandiri ini dididik terlebih dahulu tentang cara menjadi jumantik di rumahnya masing-masing.
Lebih lanjut dikatakan, kasus DBD di wilayahnya mengalami penurunan. 2015 tercatat sebanyak 14 kasus, kini dengan memaksimalkan bersih lingkungan  menjadi 12 kasus DBD. (sta/)

BAGIKAN