Oni Jafar Lantik DPD WTI Provinsi Bali

52
Oni Jafar Lantik DPD Wanita Tani Indonesia Provinsi Bali. (man/)

Denpasar (Bisnis Bali) – Ketua Umum Wanita Tani Indonesia (WTI), Oni Jafar, melantik secara resmi pengurus WTI Provinsi Bali yang di Ketuai oleh Tutik Kusuma Wardhani, di Gedung Wisman Sabha Kantor Gubernur Bali, Jumat (2/12).

Pelantikan dirangkaikan dengan acara Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali yang salah satunya mengagendakan pemilihan Ketua DPD periode 2016-2021.
Pelantikan dihadiri oleh Sekjen DPP HKTI, Ir., Sadar Subagyo, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Ketua DPD HKTI Bali, Prof., Nyoman Suparta, Ketua Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) HKTI Bali, Gede Subudi dan sejumlah pengurus DPD HKTI dan DPC HKTI kabupaten/kota di Bali.
Oni Jafar dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, sangat berharap kepada Wanita Tani Provinsi Bali untuk mensejahterakan perempuan di pulau dewata ini. Tentunya itu dilakukan melalui sejumlah program atau dengan cara penyuluhan dan sosialisasi di lapangan, sehingga Bali bisa menjadi percontohan bagi Wanita Tani di provinsi lainnya secara nasional.
Program yang dimaksud di antaranya melalui sinergi dengan pemerintah, contohnya bersinergi dengan Kementerian Pendidikan melalui pendidikan non formal guna melatih kaum wanita. Sinergi tersebut sekaligus akan membuka peluang untuk bergeraknya UKM sektor pertanian di hilir.

Selain itu, katanya perlu juga diarahkan para wanita tani di Bali ini untuk melakukan diversifikasi produk pangan, sehingga jangka panjangnya akan mampu menekan jumlah konsumsi beras.
“Diversifikasi produk pangan ini penting melalui penganekaragaman pangan, sehingga mampu menekan konsumsi atau kebutuhan beras nasional. Saat ini konsumsi beras nasional cukup tinggi dikisaran 130 kg per kapita per bulan per orang. Ini harus kita tekan melalui keberagaman pangan, namun tetap memberi asupan bergizi bagi tubuh,” ujarnya.
Sementara itu, Tutik Kusuma Wardhani mengungkapkan, dengan terpilih sebagai Ketua Wanita Tani Provinsi Bali ada beberapa program yang ingin dicapai dalam waktu dekat. Tentunya, program tersebut dilakukan dengan bersinergi dengan pemerintah daerah selaku pemegang kebijakan.
“Wanita tani yang terdiri dari akademisi, praktisi dan pebisnis ini akan intens melakukan sinergi dengan pemerintah, dimana kita harus mampu memberikan pemahaman kepada petani untuk memajukan dan meningkatkan kesejahtraan nantinya,” tandasnya.
Tambahnya, itu dilakukan dengan menyentuh kalangan petani melalui tranformasi teknologi pertanian dan membantu dalam hal pemasaran produk yang masih menjadi kendala bagi sejumlah kalangan petani di Bali selama ini. Harapannya, dengan melibatkan berbagai komponen, maka sektor pertanian di Bali ini akan mampu mensejahterakan para pelaku atau produsen di sektor tersebut. (man/)

BAGIKAN