Sekitar 1,7 Juta Unit per Tahun Pemasaran Printer di Indonesia Bali Masuk Urutan Ke-15

13
Kebutuhan akan mesin print masih tinggi oleh masyarakat,  ditunjukan beberapa mesin print dengan teknologi terbaru. (wid)

Mangupura (Bisnis Bali) – Pada era digital saat ini, kebutuhan akan file cetak masih tetap berlaku di masyarakat, sehingga keberadaan mesin print selalu dicari masyarakat. Terbukti dengan  1,7 juta unit mesin cetak (printer) laku terjual per tahunnya, dan Bali masih di urutan ke-15 penjualan printer dibandingkan daerah lainnya.

Hal ini diungkapkan Division Manager Consumer System Produk PT Datascrip, Monica Aryasetyawan, pada acara peluncuran printer canon pixma G8000 dan canon pixma TS8070 di Kuta, Selasa (29/11) lalu. Dia meyakini, meskipun saat ini Bali masih menjadi urutan ke-15 dalam pemasaran produknya, namun dia yakin kedepannya pemasaran produk ini akan makin berkembang seiring dengan perkembangan pariwisata di Bali.

“Saya lihat perkembangan UKM di Bali juga sudah pesat, yang tentunya kebutuhan akan mesin print ini juga akan bertambah. Keberadaan mesin ini sangat membantu pengguna yang memiliki produktivitas cetak tinggi seperti pelaku bisnis, usaha kecil menengah (UKM), perkantoran, hingga pelajar atau mahasiswa,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dua produk yang diluncurkan ini tentu akan lebih mempermudah kerja masayarakat. Salah satu keunggulan dari mesin printer ini, khususnya G4000, yang merupakan printer multifungsi dengan sistem tangki tinta yang bisa diisi ulang, serta dilengkapi teknologi nirkabel untuk mencetak langsung dari smartphone dan juga bisa scan atau copy serta dilengkapi pula dengan fasilitas fax.

“Tentunya hal ini akan mempermudah pekerjaan masyarakat, terlebih lagi pada pekerjaan kantor yang tidak memiliki ruangan luas, karena printer ini didesain dengan bentuk simple yang bisa ditempatkan dimana saja,” tambahnya.(wid)

BAGIKAN