Perajin Tenun Ikat Terkendala SDM  

23

Singaraja (Bisnis Bali) – Usaha kerajinan tenun ikat (endek sutra mastuli -red) di Kabupaten Buleleng, khususnya di daerah-daerah sentra perajin endek, seperti Desa Kalianget justru terkendala minimnya sumber daya manusia (SDM). Di mana dalam mengerjakan kerajinan tenun ikat tidak bisa dikerjakan secara sendirian melainkan bekerja sama dari proses awal hingga akhir.

Luh Sumarini, salah seorang perajin tenun ikat, dari Dusun Dawan Desa, Kalianget, Buleleng, ketika di wawancarai Bisnis Bali, Rabu (30/11) mengatakan, mencari tenaga kerja untuk membantu usaha perajin tenun dirasakan sulit saat ini. Dikarenakan  minat masyarakat, khususnya generasi muda untuk menekuni sebagai penenun cenderung sedikit.

‘’Meskipun mayoritas masyarakat di Desa Kalianget adalah sebagai perajin tenun, namun tenaga yang ada saat ini tidak mampu fokus pada tenun karena merupakan kerjaan sampingan di sela-sela sibuk dalam rumah tangga, sehingga produksi tenun tidak mampu menghasilkan secara maksimal,’’ katanya.

Dikatakan, meski pemasaran dan peminat kain endek masih cukup baik, akan tetapi sejumlah permintaan dalam jumlah banyak belum dapat terpenuhi secara maksimal, seperti endek dengan proses lasem karena keterbatasan SDM. (ira)