Ekspor IKM di Indonesia Baru 16 Persen per Tahun 

18
Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Tjahya Widayanti, pada acara Policy Dialogue Series, di Sanur, Rabu (30/11)

Denpasar (Bisnis Bali)-  Data dari BPS menunjukkan, selama tahun 2015 IKM memberikan kontribisi kepada gross domestic product (GDP) sekitar 34,82 persen atau setara dengan Rp323 triliun dengan total lapangan kerja sekitar 97,16 persen (setara 107.657.509 orang). Namun kinerja ekspor IKM di Indonesia masih tergolong rendah, yang hanya 16 persen sampai Okober 2016.
Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Tjahya Widayanti, pada acara Policy Dialogue Series, di Sanur, Rabu (30/11) kemarin mengatakan, banyak kendala yang dirasakan pelaku IKM sehingga sangat membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Dia menjelaskan, berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan (PDSI), nilai ekspor Tanah Air per Oktober 2016 mencapi 117,1 miliar dolar AS, dan yang berasal dari ekspor nonmigas 106,4 miliar dolar AS. “Kontribusi IKM pada ekspor nonmigas, hanya 17 miliar dolar AS,” katanya.
Dia menjelaskan, ada beberapa kendala yang membuat ekspor IKM saat ini belum optimal baik itu kendala internal ataupun eksternal. Kendala eskternal yang dihadapinya antara lain ketidakstabilan suplai dan harga bahan baku. “IKM juga msih sulit untuk mendapatkan bahan baku yang dibutuhkan terutama yang belum tersedia di dalam negeri serta keterbatasan akses pasar terutama ekspor,” ungkapnya.
Selain itu, dia menjelaskan faktor internal yang menjadi kendala bagi IKM yaitu permodalan, dan pemasaran, yang hambatan ini dari dulu belum ada jalan keluar secara pasti. (wid)

BAGIKAN