Dibayangi Perlambatan Ekonomi Global Perekonomian Nasional Tumbuh Mengesankan  

16
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana di sela-sela pertemuan tahunan Bank Indonesia Provinsi Bali 2016, di Denpasar, Rabu (30/11) kemarin.

Denpasar (Bisnis Bali) – Pertumbuhan  ekonomi  Indonesia 2016  yang diperkirakan sekitar  5,0 persen dan inflasi yang masih berada di level rendah merupakan sebuah pertumbuhan yang cukup mengesankan. Betapa tidak, periode yang sama ekonomi global  diperkirakan  hanya  tumbuh sekitar  3,0 persen  (yoy),  lebih  rendah  dari  2015  yang  mencapai  3,2 persen (yoy).
Demikian dungkapkan Kepala Perwakilan Bank  Indonesia Provinsi Bali Causa  Iman Karana di sela-sela pertemuan tahunan Bank Indonesia Provinsi Bali 2016, di Denpasar, Rabu (30/11) kemarin.

Lebih lanjut dikatakan, momentum perbaikan  perekonomian  global  yang semula  diperkirakan mulai terjadi  tahun ini,  masih  belum  tampak,  dan  terlihat  melemah  di beberapa  bagian. Amerika  Serikat  yang  diharapkan  menjadi  penggerak pertumbuhan ekonomi global masih belum pulih dan berada  di persimpangan jalan pascapemilihan Presiden  Amerika Serikat pada  8  November  2016 lalu. Begitu pula pemulihan di Eropa yang masih terhambat dan diwarnai  ketidakpastian dampak Brexit, dan ekonomi Jepang juga belum kuat.
Ia menerangkan, pada  kelompok  negara  berkembang, perekonomian Tiongkok pada 2016  ini sedikit  lebih  baik  dari  perkiraan  semula,  yaitu  tumbuh  6,6 persen,  di tengah upaya  konsolidasi  dan  penyesuaian  sumber-sumber pertumbuhan ekonominya. Kondisi  tersebut  berdampak  pada  masih  rendahnya  harga-harga komoditas dunia, meskipun harga batubara  dan  CPO  sudah  mulai meningkat.
“Ketidakpastian juga menerpa pasar keuangan  dunia, terutama terkait  antisipasi  terhadap  kenaikan  Fed Fund rate dan  isu geopolitik  di Timur  Tengah  dan  Amerika  Serikat.  Dampaknya, aliran  modal  ke negara  berkembang  menurun, dan volatilitas  perpindahan  dana global meningkat,” tuturnya.(man)

BAGIKAN