Tekan Kerugian, Salak ”Reject” Dijadikan Pupuk

7

PENGOLAHAN pascapanen salak Bali tidak saja dapat digunakan sebagai beraneka macam camilan. Saat ini juga tengah dikembangkan pupuk organik dari salak Bali.
“Pemerintah Provinsi Bali saat ini tengah mencanangkan Bali go-organik sehingga peluang untuk pengembangan pupuk organik sangat besar,” kata Dr. Ir. I  Ketut Sumantra, M.P., dosen Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Untuk itulah pihaknya bersama petani salak di Pupuan dan Sibetan berupaya mengembangkan pupuk organik dari salak yang tidak laku terjual.
Para petani salak kerapkali enggan memanen salak saat harga salak anjlok. Kondisi ini tentunya sangat merugikan bagi petani. Untuk menyiasatinya pengolahan pascapanen ini lebih menguntungkan bagi para petani salak.
Dari segi teknologi juga sangat sederhana dan mudah diterapkan oleh para petani. Sementara dari segi ekonomis tentunya lebih menguntungkan. Untuk menghasilkan 20 liter pupuk organik cair yang harga jualnya paling rendah Rp 30 ribu, dibutuhkan 5 kg salak senilai Rp 10 ribu.(pur)

BAGIKAN