”Precast” di Proyek Irigasi Proses Cepat, Umur hingga 50 Tahun  

17

Mangupura (Bisnis Bali) – Keberpihakan Pemkab Badung terhadap sektor pertanian tak pernah surut. Selain memberi perhatian dari sektor hulu hingga hilir, Pemkab Badung melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) pun merancang terobosan atau inovasi untuk proyek-proyek irigasi. Apa itu?

Kepada sejumlah wartawan media cetak dan elektronik, Senin (28/11) kemarin, Kepala Dinas BMP IB Surya Suamba didampingi Kabid Pengairan AA Dalem serta Kabag Humas dan Protokol AA Gede Raka Yuda mengungkapkan, pihaknya melaksanakan terobosan dengan metode precast atau beton pracetak di proyek-proyek irigasi. Selain prosesnya lebih cepat, usia proyek pun bisa mencapai 50 tahun. “Usia proyek yang menggunakan metode precast cukup lama, mencapai 50 tahun,” ujar Surya Suamba.

Keunggulan lainnya, ujarnya, proyek dengan metode precast bisa seragam. Selain berfungsi maksimal karena air lancar, proyek ini pun akan menjadi pemandangan yang sangat menawan.

Keunggulan lainnya, tegasnya, dari segi kualitas. Proyek irigasi dengan menggunakan precast sangat berkualitas. Proyek ini akan susah dirongrong kepiting maupun hewan yang hidup di air.

Jika secara konvensional, katanya, pengerjaan proyek akan memakan waktu yang cukup lama. Ini karena pelaksana proyek harus membawa material seperti batu, pasir, semen, besi dan sebagainya ke areal proyek. “Karena ada di tengah sawah atau di tegalan, material ini dipastikan akan menjadi penghambat,” katanya.(sar)

BAGIKAN